Sedikitnya 1.000 lampion dilepas di kompleks Candi Muaro Jambi. Gubernur Jambi, yang tiba di candi sekitar pukul 02.30 WIB, diminta melepas salah satu lampion. Pelepasan lampion ini didorong rintik hujan gerimis yang turun di kompleks percandian.
Menurut panitia perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi, Dharmawan, sekitar 3.000 biksu menghadiri acara pelepasan lampion. Ribuan warga lainnya juga turut memeriahkan acara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelepasan lampion dalam perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi (Usman/detikcom) |
Menurut Dharmawan, perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi tahun ini mengambil tema 'Kebinekaan dalam Kebersamaan'.
"Ada lebih dari 1.000 pelita (lampion) yang dilepas. Pelita ini merupakan sumbangan umat Buddha. Pelita dinyalakan saat pelaksanaan pelita Dharma di Hari Waisak. Pelita Dharma memiliki makna penerangan, di mana pelita yang dinyalakan dipercayai sebagai penerang jalan hidup seorang penganut Buddha dalam mengarungi kehidupan," jelas Dharmawan.
Gubernur Jambi Zumi Zola menyebutkan perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi saat ini bukan hanya event nasional, tapi event internasional. Acara ini tidak hanya diikuti biksu dari banyak penjuru di Tanah Air, tetapi juga diikuti biksu dari Tibet, Thailand, dan Myanmar.
"Perayaan Waisak ini juga kita gabungkan dengan Festival Candi Muaro Jambi. Ada nilai budaya, adat, seni, tentu menjadi kebanggaan masyarakat Jambi dan masyarakat Indonesia," ungkap Zola.
Zola optimistis perayaan Waisak dan Festival Candi Muaro Jambi akan mendatangkan banyak turis ke Jambi.
Perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi (Usman/detikcom) |












































Pelepasan lampion dalam perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi (Usman/detikcom)
Perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi (Usman/detikcom)