Cerita itu muncul saat Jokowi tiba di Jayapura pada Selasa (9/5). Dia tiba pukul 10.53 WIT setelah penerbangannya dari Halmahera tertunda karena cuaca.
Dia dan rombongan kemudian bergegas menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Waktu tempuh Bandara Sentani menuju Skouw sekitar 120 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebuah musala kecil berdiri di pekarangan Rumah Makan Harangan Bagot, Distrik Koya Kaso, sekitar satu jam perjalanan dari Jayapura. Atapnya dari seng, berdinding kayu, dengan pintu ayun sederhana," tulis Jokowi di akun Facebook-nya seperti dilihat detikcom pada Kamis (11/5/2017).
Saat itu masih separuh perjalanan menuju Skouw. Sebetulnya lalu lintas relatif tak padat hari itu, namun Jokowi sering berhenti sejenak untuk menyapa warga sambil bagi-bagi buku dan kaus.
"Di sinilah kami berhenti untuk menunaikan sholat zuhur seusai bersantap siang bersama rombongan kecil," imbuh Jokowi di akun tersebut.
Di Kota Jayapura, banyak penduduknya yang menganut agama Kristen atau Katolik. Bahkan Pemkot Jayapura ingin membuat sebuah patung Yesus Kristus raksasa sebagai ikon kota tersebut.
Jika menelusuri jalan-jalan di Jayapura, terdapat salib di hampir tiap sudutnya. Namun masjid besar tetap ada dan berdiri berdampingan dengan gereja.
"Cuaca cerah, udara cukup panas, perjalanan menuju titik terluar Indonesia di Papua sungguh menyenangkan. Rumah-rumah tampak jarang di tanah yang subur. Indonesia sungguh negeri yang luas," ungkap Jokowi. (bpn/ams)











































