Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan pihaknya bertekad mencegah kebakaran hutan dan lahan. Untuk eks kawasan yang terbakar, Pemprov siap melakukan restorasi. Butuh waktu bertahun-tahun dan dana yang tak sedikit untuk program tersebut.
"Restorasi bukan hal mudah. Kita senang mendapat dukungan banyak pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel," terang Alex dalam pembukaan the 1st Asia Bonn Challenge High Level Meeting di hadapan para delegasi di Griya Agung Palembang, Rabu (10/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok Panitia Bonn Challenge |
Di forum Bonn Challenge, Pemerintah Sumsel mengusulkan pendirian lembaga pendanaan berkelanjutan. Program ini digunakan untuk mendukung rencana pembangunan strategis provinsi terkait mata pencarian dan kesejahteraan rakyat, perubahan iklim, jasa lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan konservasi ekosistem.
"Kita berharap Bonn Challenge menjadi potensi memulai networking, membangun kolaborasi, dan mengembangkan kesempatan untuk mendukung komitmen Sumsel dalam mencapai pertumbuhan hijau," harapnya.
Foto: Dok Panitia Bonn Challenge |
Sebelum pertemuan hari ini, ada penanaman kembali lahan gambut di Ogan Komering Ilir (OKI) yang terbakar dan pameran sebagai rangkaian Bonn Challenge. Bonn Challenge sendiri merupakan organisasi yang diluncurkan dengan difasilitasi Kementerian Lingkungan Hidup Jerman dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) di Kota Bonn, Jerman. Fokusnya adalah pembangunan desa dan keamanan air dan pangan, kontribusi terhadap isu perubahan iklim. (try/try)












































Foto: Dok Panitia Bonn Challenge
Foto: Dok Panitia Bonn Challenge