Gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno turut mendampingi Prabowo dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut. Anies menyebut pertemuan itu membicarakan berbagai permasalahan yang ada Indonesia.
"Mendiskusikan banyak hal, tadi Pak Prabowo memaparkan pandangan terhadap Indonesia, tantangannya, kemudian tema-tema apa yang penting untuk dibereskan di Indonesia. Seperti korupsi, permasalahan kesejahteraan, ketimpangan, dan lain-lain. Kemudian juga dari para duta besar itu menyampaikan pandangannya dan pertanyaan tentang perkembangan di Indonesia," ujar Anies di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies kemudian menyampaikan pihaknya akan terus membangun suasana kondusif di Jakarta. Salah satu caranya dengan membereskan lapangan pekerjaan. "Supaya suasananya kondusif untuk gagasan persatuan bisa hidup di Jakarta, pertimbangan ekonomi maksudnya," tambahnya.
Pertemuan Prabowo dengan negara-negara Uni Eropa ini telah direncanakan sebelum Pilkada DKI putaran kedua, yaitu saat Prabowo bertemu dengan Dubes Uni Eropa di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat.
"Jadi ini bukan pertemuan yang dibuat minggu lalu, berarti sudah direncanakan kurang-lebih enam minggu lebih waktunya, karena itu semuanya bisa hadir," tuturnya.
Kepada para duta besar, Prabowo menyampaikan Indonesia harus membereskan masalah korupsi dan kemiskinan.
"Dan kalau itu semua dibereskan, salah satu masalah utama di Indonesia bisa selesai. Tapi kita mendiskusikan banyak hal, termasuk membicarakan pilkada di Jakarta dan kita tunjukkan bahwa kita fokus benar-benar pada tema utama masalah lapangan pekerjaan, pendidikan, dan biaya hidup di Jakarta," pungkasnya. (nvl/idh)











































