"Tadi jam 13.15 WIB, ada dua orang berboncengan masuk ke pintu samping, dekat rumah sakit, masuk ke asrama Brimob tanpa meminta izin, tanpa memberi tahu kepentingannya," kata Rikwanto ketika ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 3, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2017).
Menurutnya, kedua orang ini bukanlah penghuni asrama Brimob, sehingga ada yang mencurigai dan berteriak kepada mereka, namun tidak diindahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rikwanto mengatakan, setelah digeledah, kedua orang ini tidak membawa identitas. Keduanya dicurigai mempunyai niat buruk mencari sesuatu.
"Kemudian digeledah, diperiksa, dia tidak membawa barang yang dibawa, memang namun dia tidak membawa identitas. Dan, setelah diteliti apa motovasinya, memang ada niat jelek ingin mencari sesuatu atau mencuri," tuturnya.
Rikwanto juga mengatakan peristiwa ini tidak ada sangkut pautnya dengan penahanan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait dengan kasus penistaan agama. Hingga saat ini, kedua orang yang diduga driver ojek online itu masih diperiksa.
"Tidak ada hubungannya dengan Ahok," ujarnya.
"Nggak ada (ojek online), yang kita dapatkan tidak demikian, orang jauh dua orang diperiksa, belum ada pidana yang melanggar izin masuk," ucapnya. (rvk/idh)











































