Sudirman Said Pimpin Tim Sinkronisasi, Anies: Bukan Orang Baru

Sudirman Said Pimpin Tim Sinkronisasi, Anies: Bukan Orang Baru

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 10 Mei 2017 15:22 WIB
Sudirman Said Pimpin Tim Sinkronisasi, Anies: Bukan Orang Baru
Foto: Anies-Sandi. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Menteri ESDM Sudirman Said dipercaya menjadi ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi yang akan menerjemahkan 23 janji kampanye Anies-Sandi. Sudirman dinilai sebagai sosok berlatar-belakang birokrasi dan paham anggaran.

"Jadi kita menginginkan figur yang memiliki latar-belakang di birokrasi, memahami soal anggaran, kemudian beliau adalah auditor di BPKP, kemudian juga berpengalam dalam pengalaman bisnis baik di privat, maupun di perusahaan milik negara," ujar Anies di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kombinasi pengalaman dari Sudirman Said tersebut dinilai Anies cocok untuk memimpin tim yang akan menerjemahkan 23 janji kerjanya. Tim yang dipimpin Sudirman Said akan sampai anggaran kerjanya tersusun.

"Tidak 5 tahun, jadi jangan sampai nanti kebalik, tidak 5 tahun, ini tim untuk 23 janji kerja itu, harus diterjemahkan, lalu tim pengarah yang berisi aspirasi banyak sekali itu dikumpulkan, nanti ada pokja-pokja yang bekerja," imbuhnya.

Selain itu, Sudirman juga dinilai sebagai orang yang sangat aktif di masyarakat. "Sejak zaman prareformasi beliau mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia, lalu aktif di dalam BRR, jadi bukan orang baru sebetulnya," tuturnya.

Tim sinkronisasi merupakan komponen dari 3 tim yang ada di rumah partisipasi Anies-Sandi. Anies menepis jika ketiga tim tersebut dinilai terlalu banyak.

"Janjinya ada 23, timnya cuman 3, kebanyakan nggak itu kira-kira, sedikit dong. Yang satu pengarah saja, yang satu pakar yang sudah ada, nah ini tim kerja. Bayangkan relawan kita banyak, ada partai, di situ ada banyak, jadi harus ada tempat untuk teman-teman semua bisa berdiskusi dan yang ini nanti menerjemahkan dalam bentuk rencana," sebutnya.

Tim tersebut diharapkan menyelesaikan pekerjaannya sebelum pelantikannya sebagai gubernur DKI. "Kalau misalnya bisa selesai lebih awal, ya selesai lebih awal (timnya)," pungkasnya. (nvl/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini