Dua anjing pelacak dikerahkan di Mako Brimob. (Lukita/detikcom) |
Dua anjing pelacak itu jenis Herder dan Malanois. Staf Administrasi Unit K9, Brigadir Fredianto, mengatakan pengerahan anjing pelacak tersebut atas perintah Direktur Polisi Satwa Brigjen Adrianto Basuno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjing pelacak ini dikerahkan untuk menangkal kerusuhan. (Lukita/detikcom) |
"Ini anjing diturunkan atas sprint-nya atasan dari tanggal 5, 9, dan 10 (Mei). Kami kemarin juga sudah turun di Kementerian Pertanian (Kementan). Kalau di Kementan itu full 6 anjing dan 20 personel," ujar Fredianto di gerbang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (10/5/2017).
Anjing tersebut ditugasi untuk melakukan antisipasi jika ada keributan yang dilakukan massa. Jumlah anjing akan bertambah jika ada perintah dari atasan.
Menjelang siang hari, massa pendukung Ahok terus berdatangan ke Mako Brimob. (Lukita/detikcom) |
"Iya anjing ini memang untuk antisipasi massa yang anarkis. Saat ini baru diturunkan dua, tapi kalau nanti siang ada perintah untuk ditambah, maka kita tambah menjadi full, yaitu 6 unit," katanya.
Fredianto menjelaskan kemampuan anjing ini adalah melacak pelaku kriminal, seperti pencurian dan pembunuhan. Anjing tersebut dikirim langsung dari Belanda. "Ini khusus untuk melacak pelaku kriminal. Dia bisa melacak hingga radius 10 km. Tapi kalau sudah naik kendaraan, tidak bisa terlacak," ucap Fredianto.
Pendukung meminta Ahok dibebaskan. (Lukita/detikcom) |
Situasi saat ini di Mako Brimob, relawan Badja (Basuki-Djarot) terus berdatangan. Mereka tampak berkumpul di depan Mako Brimob. Bahkan kabarnya akan ada ratusan pendukung yang datang untuk melakukan aksi. (aan/fjp)












































Dua anjing pelacak dikerahkan di Mako Brimob. (Lukita/detikcom)
Anjing pelacak ini dikerahkan untuk menangkal kerusuhan. (Lukita/detikcom)
Menjelang siang hari, massa pendukung Ahok terus berdatangan ke Mako Brimob. (Lukita/detikcom)
Pendukung meminta Ahok dibebaskan. (Lukita/detikcom)