Mantan Sekretaris BIN Tolak Dipanggil TPF Munir

Mantan Sekretaris BIN Tolak Dipanggil TPF Munir

- detikNews
Rabu, 27 Apr 2005 16:29 WIB
Jakarta - Karir Nurhadi Djajuli sebagai Dubes Nigeria sedikit terganjal dengan kasus kematian Munir. Mantan sekretaris utama BIN ini menolak memenuhi panggilan TPF. "Kalau mengundang Nurhadi Djajuli apa dasar hukumnya, penyidik itu kan polisi. TPF bukan penyidik apa wewenang konkret TPF, apa kewenangannya memanggil orang," kata Sudjono, pengacara Nurhadi Djajuli di Restaurant Sari Kuring, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (27/5/2005).Sesuai keppres, tugas TPF membantu polisi mengumpulkan data dan fakta."Nurhadi juga lebih pas statusnya sebagai narasumber bukan sebagai tersangka.Hal ini juga sudah berulang kali ditegaskan oleh kepala BIN bahwa BIN senantiasa terbuka dan mendukung kasus kematian Munir," ujarnya.Oleh karena itu,lanjut dia, TPF tidak bisa mengundang Nurhadi ke sekretariat TPF melainkan dengan mengundang Nurhadi Djajuli sebagai narasumber ke gedung BIN."Jadi amat sangat tidak beralasan TPF menyatakan Nurhadi tidak kooperatif. Selain itu, TPF telah menyimpang dari keppres pembentukan pencari fakta yang intinya, TPF bukan penyidik tetapi pengumpul data dan tidak berhak memeriksa orang per orang," imbuhnyaMerasa DirugikanAkibat namanya disebut-sebut terkait kematian pejuang HAM Munir, rencana Nurhadi Djajuli menjadi Duta Besar Nigeria tampaknya sedikit terganjal. Pemberangkatannya ke Nigeria ditunda."Saya merasa dirugikan karena pengangkatan sebagai Dubes Nigeria hingga kini tidak bisa berangkat ke negara terebut," keluh Nurhadi.Nurhadi membantah tersangka kasus kematian Munir bukan anggota BIN. "Tidak," kata dia.Apa rekomendasikan Polly?"No way," ujanyaDia juga membantah mengenal Pollycarpus. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads