"Pertumbuhan penduduk di Jakarta sudah 2,4 persen. Masing-masing RT sudah melebihi 2 anak saja. Maka program ini kembali digalakkan dengan program KB, dua anak, cowok-cewek sama saja," kata Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi di RPTRA Amanah Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakut, Selasa (9/5/2017).
Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi. (Jabbar/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendirian Kampung KB ini memang memiliki konsep integrasi dengan RPTRA. Nantinya yang akan menjadi penyuluh program KB ini adalah kelompok kegiatan (poktan) yang ada di RPTRA tersebut.
"Mudah-mudahan dengan Kampung KB ini, semua poktan dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat, terutama usia subur atau usia pernikahan, agar membatasi kelahiran antara anak pertama dan kedua," ujar Wahyu.
Dia mengatakan Jakut memiliki populasi penduduk yang cukup tinggi. Banyak ditemui rumah tangga yang memiliki anak lebih dari dua. Dia berharap adanya Kampung KB ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Kalau populasi di Jakut, tadi sudah disampaikan cukup tinggi. Maksudnya, rumah tangga yang ada di Jakut ini kalau dirata-ratakan lebih dari dua. Kalau yang anaknya dua memang ada. Tapi tadi temukan di Marunda sampai sembilan anak. Artinya, ini bagaimana agar masyarakat menyadari program KB ini dan yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," tuturnya.
Di lokasi yang sama, Kadin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Dien Ernawati mengatakan integrasi Kampung KB dengan RPTRA bertujuan agar ada tempat komunitas berkumpul. Adanya RPTRA ini menjadi ruang pusat kegiatan keluarga.
"Kita kaitkan dengan RPTRA. Karena program KB itu kan perlu membumi. Kalau tidak ada tempat komunitasnya berkumpul kan susah juga. Di RPTRA itu kita sandingkan Kampung KB dan posko kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini jadi satu kesatuan di keluarga," ucapnya.
"Saya yakin, kalau tempatnya bagus, ada tempat interaksi, ada tempat pendidikan, ada tempat pelatihan ibu-ibunya, akan menjadi satu keluarga yang bahagia," kata Dien.
Dia mengatakan pendirian Kampung KB ini akan terus dilakukan seiring dengan pembangunan RPTRA di lokasi lainnya. Kampung KB akan diprioritaskan di daerah yang padat penduduk. (jbr/idh)












































Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi. (Jabbar/detikcom)