Mahasiswa Hadiahi KPK Perangkap Tikus Berisi Racun
Rabu, 27 Apr 2005 15:29 WIB
Jakarta - Dukungan terhadap KPK terus berdatangan. Kali ini sekitar 150 mahasiswa memberikan hadiah perangkap tikus agar KPK semakin giat memberantas korupsi, khususnya di KPU.Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tolak Korupsi (Alamak) ini mengaku sebagai pendukung auditor BPK Khairiansyah Salman.Mereka menggelar aksi demo di depan gedung KPK, Jl. Veteran III, Jakarta, Rabu, (27/4/2005). Sebagai ungkapan atas dukungannya, mereka menyerahkan perangkap tikus berisi racun, karangan bunga dan Reform Award untuk Khairiansyah kepada Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas.Menurut Ramadoni, Ketua BEM IPB, simbolisasi perangkap tikus tersebut sebagai simbol bahwa mahasiswa menginginkan KPK segera menangkap koruptor-koruptor dan menggiring mereka ke dalam perangkap.Secara simbolik di dalam perangkap tikus itu terdapat racun yang dianggap sebagai salah satu upaya untuk mempercepat penangkapan koruptor, terlebih koruptor-koruptor di KPU.Dalam pertemuan antara mahasiwa dan Erry, mahasiswa juga mengharapkan KPK berani mengungkap kasus korupsi. "Jangan berhenti. Kalau KPK berani mahasiswa berada di belakang KPK," tegasnya.Selain perangkap tikus, mahasiswa juga menyerahkan Reform Award yang ditujukan kepada Khairiansyah Salman. Award tersebut diserahkan melalui KPK karena mahasiswa tidak bisa langsung ketemu Khairiansyah.Dalam award tertulis, 'Dengan bangga kami Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia memberikan aspirasi setinggi-tingginya kepada khairiansyah atas dedikasinya mengungkapkan kasus penyuapan di tubuh KPU. Semoga langkahnya sejalan menjadi inspirasi bagi perjuangan reformasi'.Aksi mahasiswa yang terdiri dari BEM se-Jabotabek, P3I dan KAMMI Jakarta itu sebelumnya juga melakukan aksi demo di depan gedung BI yang tengah mengelar pertemuan auditor. Mereka konvoi berjalan kaki menuju kantor KPK dengan membawa sejumlah spanduk dan poster, antara lain bertuliskan, 'Dicari seorang pahlawan seperti Khairiansyah', 'BPK bukan pelindung koruptor, bukan sarang penyamun'.Dalam aksi ini mereka menuntut dukungan sepenuh hati terhadap gerakan pemberantasan korupsi yang saat ini sedang diperjuangkan Khairiansyah, menuntut KPK mengusut tuntas korupsi di KPU, dan menuntut pemerintah, khususnya Presiden SBY merealisasikan janji-janjinya dengan memimpin langsung pemberantasan korupsi.
(umi/)











































