Menurut warga sekitar, Andri, jembatan itu roboh saat ketinggian air di Kali Nyapah hampir meluap ke jalan raya. Saat itu, hujan berlangsung 3 hari berturut-turut.
"Robohnya sudah sebulan yang lalu, waktu robohnya nggak hujan, kemarin-kemarinnya hujan, airnya tinggi. Waktu pukul 19.00 WIB langsung roboh," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (9/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jembatan Cipari II Serang amblas. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom |
Robohnya jembatan itu terdengar seperti pohon tumbang, suara gemuruh terdengar dari permukiman warga yang berdekatan dengan jembatan. Warga kemudian berinisiatif membuat batasan dan mengatur arus lalu lintas agar kendaraan yang melewati jembatan itu bergantian.
"Sampai sekarang belum ada penanganan, waktu itu ada dinas ke sini cuma foto-foto doang," lanjutnya.
Andri menyatakan jembatan itu banyak dilalui oleh kendaraan besar. Selain itu, Jembatan Cipari juga sudah lama tidak diperbaiki. Jika dilihat dari konstruksinya, Jembatan Cipari II merupakan jembatan lama. Warga mensinyalir jembatan itu sudah dibangun sejak jaman penjajahan Belanda.
"Kan banyak juga di sini mobil-mobil kayak bus sama truk yang lewat, awalnya memang bolong-bolong kecil doang," lanjutnya.
Jembatan Cipari II Serang amblas. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom |
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten, Hadi Suryadi mengatakan saat ini jembatan itu sudah dalam penanganan Unit Pelayanan Teknis. Meski demikian, perbaikan jembatan itu masih belum dianggarkan.
"Kalau di Nyapah itu kita lagi cari solusi nanti pihak UPT mungkin melakukan tindakan-tindakan. Baru setelah itu kita program dan bikin baru," tuturnya saat dihubungi detikcom.
Hadi menyatakan pihaknya belum bisa menganggarkan lantaran jembatan tersebut amblas beberapa waktu lalu. Menurutnya, jembatan amblas sekitar 2 minggu lalu.
"Oh, belum karena kejadiannya kan baru-baru ini. Mudah-mudahan di (anggaran) Perubahan atau di 2018. Kalau waktunya cukup di perubahan kita lakukan di Perubahan," tutupnya. (idh/idh)












































Jembatan Cipari II Serang amblas. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jembatan Cipari II Serang amblas. Foto: Muhammad Iqbal/detikcom