Keributan Kecil di Massa Pendukung Ahok Sesaat Setelah Vonis

Keributan Kecil di Massa Pendukung Ahok Sesaat Setelah Vonis

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 09 Mei 2017 11:28 WIB
Keributan Kecil di Massa Pendukung Ahok Sesaat Setelah Vonis
Massa pendukung Ahok di depan Gedung Kementan. (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Keributan terjadi di kerumunan massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Peristiwa ini terjadi sesaat setelah hakim membacakan putusan terhadap Ahok.

Pantauan detikcom, Selasa (9/5/2017) pukul 11.05 WIB, massa pendukung Ahok ini berkumpul di depan Halte Departemen Pertanian, Jl RM Harsono, tak jauh dari gedung Kementerian Pertanian (Kementan) yang dijadikan sebagai tempat persidangan kasus dugaan penistaan agama yang dijalani Ahok.

Salah seorang orator menyampaikan ke massa hasil putusan hakim yang menyatakan Ahok bersalah dan dihukum penjara selama dua tahun. Sebagian massa kemudian berteriak, ada juga yang menangis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tertumpah air mataku. Bukan karena menangisi Ahok, tapi menangisi betapa besar dosa bangsa ini memenjarakan orang yang tidak bersalah," kata orator tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa Ahok tidak sendirian. "Ahok tidak sendirian, Ahok tidak berjalan sendirian," katanya.

Tak lama kemudian, konsentrasi massa terpecah. Terjadi keributan. Ada yang berteriak bahwa kerumunan itu disusupi oleh orang yang tidak pro dengan Ahok.

"Ada penyusup! Ada penyusup!" teriak massa.

Orator tersebut kemudian meminta massa untuk tetap tenang. Namun, tak berdampak. Massa malah terpecah dan berlarian.
Massa pendukung Ahok di depan Gedung Kementan.Massa pendukung Ahok di depan Gedung Kementan. Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom

Melihat hal ini, petugas kepolisian langsung mendekat, mengawal massa pendukung Ahok ini. Dikabarkan, ada seseorang yang diamankan oleh polisi dari kejadian ini.

Hingga pukul 11.25 WIB, polisi masih mengawal pergerakan massa pendukung Ahok yang mulai bergerak ke arah Jl TB Simatupang.

Tak lama setelah itu, massa kembali memanas. Sebagian dari mereka berlari ke arah TB Simatupang dan tampak emosional.

"Kita ingin bela Ahok!" sambil terburu-buru ke arah JL TB Simatupang.

Namun, sebagian massa menahan diri dan mencoba untuk menenangkan rekan mereka yang lain. "Bukan dengan emosi, bukan begini cara membela Ahok," kata salah seorang pendukung Ahok.

Melihat kejadian ini, polisi yang mengenakan helm dan tameng langsung berbaris memasang barikade di dekat Halte Departemen Pertanian. Situasi masih terkendali. (jor/tor)


Berita Terkait