"Sejak 71 Tahun lalu kita sudah sepakat. Pancasila kita jaga dan Agama tetap kita bela. Siapapun yang masih memisahkan berarti tidak mengikuti perkembangan zaman," kata Zulkifli dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5/2017)
Zulkifli mengatakan itu saat bertemu dengan ratusan mahasiswa STIE Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (8/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata Haddratus Syech KH Hasyim Asy'ari Cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman. Sementara Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan agama adalah bagian dari perilaku manusia Indonesia," ungkapnya.
Karena itu Zulkifli percaya, akar sebenarnya dari radikalisme bukan dari kampus, tapi kesenjangan dan ketidakadilan.
"Selama kesenjangan masih ada, selama itu juga masih ada tempat untuk tumbuhnya radikalisme. Jadi intinya adalah kerja bersama menghapus kesenjangan," tuturnya.
Zulkifli juga mengajak mahasiswa untuk kembali menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang ikut menentukan arah bangsa.
"Ingatlah 1908, 1928, sampai 1998 peran mahasiswa tak tergantikan. Sekarang saatnya buktikan kembali peran itu. Buktikan bahwa suara rakyat adalah suara mahasiswa," tutupnya. (ega/ega)











































