"Kakanwil dan kadiv PAS-nya saya berhentikan, tarik ke Jakarta untuk pembinaan," ujar Laoly dalam jumpa pers di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2017).
Kakanwil sebelumnya, Ferdinand Siagian, yang dicopot akan digantikan Kakanwil Kemenkum DIY Dewa Putu Gede. Laoly langsung menginstruksikan agar Dewa mengambil langkah penanganan pascakaburnya ratusan tahanan pada Jumat, 5 Mei pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laoly menyebut, dari laporan per pukul 13.00 WIB tadi, jumlah tahanan/napi yang melarikan diri sebanyak 448 orang dari total penghuni rutan sebanyak 1.870 orang. Tahanan/napi yang tertangkap kembali sebanyak 298 orang dan tahanan/napi yang belum tertangkap 150 orang.
Terkait kasus ini, Menkum juga memberhentikan tidak hormat Kepala Rutan dan Kepala Pengamanan Rutan Kelas II-B Pekanbaru. Pemecatan tidak hormat dilakukan karena, dari investigasi awal, ditemukan pungutan liar dan pemerasan yang dilakukan oknum petugas terhadap penghuni rutan.
"Saya minta kapolda melakukan pengusutan tindak pidananya, pemerasannya, mungkin sebagai PNS korupsinya, gratifikasi," tegas Laoly. (fdn/tor)











































