Sabu sebanyak tersebut disembunyikan di 14 unit rongga damper (peredam kejut) yang terbuat dari besi setebal 2,5 cm. Penindakan ini berawal dari informasi Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea-Cukai dari Bea-Cukai China (China General Administration of Customs) bahwa akan ada impor narkotika dari Negeri Tirai Bambu ke Indonesia melalui jalur laut.
Damper tempat penyelundupan sabu dari China. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom) |
Sebanyak 14 unit damper itu dimasukkan ke kontainer yang diangkut kapal OOCL America dengan jalur perjalanan dari China menuju Pelabuhan Panjang, Lampung. Namun kapal itu sempat transit di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
"Tiba di Bandar Lampung, kontainer itu dibawa menuju pergudangan di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Kita ikuti terus dan akhirnya kita menangkap penerima paket, tersangka berinisial TN di Batuceper, Tangerang, pada Kamis (7/5)," kata Dirjen Bea dan Cukai Heru Prambudi di RS Polri, Jl Raya Bogor, RT 1 RW 5, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (8/5/2017).
Damper tempat penyelundupan sabu dari China. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom) |
Setelah menangkap TN, tim gabungan melakukan investigasi lanjutan. Hasilnya, pria berinisial AM, yang diduga sebagai pengendali jaringan ini, ditangkap di Bandung pada Minggu (7/5). AM melawan petugas saat hendak ditangkap dan akhirnya tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sabu Dimasukkan ke Damper untuk Kelabui Anjing dan X-ray
Sabu 84 kilogram yang disembunyikan jaringan internasional China-Indonesia itu diselundupkan di dalam rongga damper besi dengan ketebalan 2,5 cm. Tujuannya mengecoh mesin pemindai X-ray ataupun anjing pelacak.
Sebanyak 84 kilogram sabu tersebut dimasukkan ke 14 unit damper yang sengaja disiapkan khusus. Setelah menempuh perjalanan dari China ke Bandar Lampung, dan melalui proses X-ray ataupun anjing pelacak, barang haram tersebut kemudian dibawa menggunakan kontainer menuju pergudangan di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.
Damper setebal 2,5 cm tempat penyelundupan sabu dari China. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom) |
"Mereka memasukkan narkoba ke damper, karena mereka tahu anjing pelacak kami tidak mampu mendeteksi narkoba yang berada di dalam damper setebal itu," kata Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Senin (8/5).
Heru mengatakan, sepanjang 2017, pihak Bea dan Cukai telah berhasil menindak 80 kasus penyelundupan narkoba. "Dengan barang bukti narkotika sebesar (total) 315,23 kilogram," katanya.
Penggagalan penyelundupan ini merupakan hasil operasi bersama Direktorat Tipid Narkoba Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal Bea-Cukai. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penggagalan penyelundupan ini telah berhasil menyelamatkan ratusan ribu nyawa generasi muda.
"Sekitar 504.000 jiwa terselamatkan, karena 84 kilogram narkotika jenis sabu bisa kita tindak. Sebanyak 84 kilogram ini jumlah yang cukup besar," Kata Tito, yang hadir dalam jumpa pers tersebut. (jor/fdn)












































Damper tempat penyelundupan sabu dari China. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Damper tempat penyelundupan sabu dari China. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Damper setebal 2,5 cm tempat penyelundupan sabu dari China. (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)