Polisi Tembak Polisi di Jombang
Iptu Sugeng Stres karena Sakit
Rabu, 27 Apr 2005 12:08 WIB
Surabaya - Aksi penembakan polisi terhadap polisi yang berujung pada tindakan bunuh diri di Mapolres Jombang sungguh mengejutkan. Sementara, motifnya pelaku penembakan Iptu Sugeng Triono stres. Dia stres karena sering sakit dan tak kunjung sembuh. Penjelasan ini disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Endro Wardoyo kepada wartawan di Mapolda Jawa Timur, Jl. Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (27/4/2005). "Yang bersangkutan stres. Tidak ada unsur balas dendam dalam kejadian ini," kata dia. Aksi penembakan di Mapolres Jombang ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Iptu Sugeng mendatangi ruangan Kasat Samapta AKP Ibrahim Gani. Saat kedatangan Sugeng, AKP Ibrahim sedang bersiap untuk apel. Tiba-tiba Sugeng mengambil pistol revolver milik Ibrahim. Setelah mengokangnya, Sugeng menarik pelatuk pistol ke arah Ibrahim. Dor! Peluru menembus dada Ibrahim. Ibrahim terjatuh tersungkur, bersimbah darah. Nyawanya masih tertolong. Dengan langkah cepat, Ibrahim kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara di Surabaya untuk menjalani perawatan. Tidak lama setelah Ibrahim ditembak, Sugeng yang masih memegang pistol Ibrahim mengarahkannya ke kepalanya sendiri. Dor! Sugeng bunuh diri. Peluru menembus pelipis Sugeng. Sugeng terkapar dan tewas. Menurut Endro, sebelumnya Sugeng menjabat sebagai Kanit Laka Polres Jombang. Setelah dimutasi, Sugeng ditempatkan sebagai staf Badmin Polres Jombang. Lantas, apakah Sugeng stres karena jabatan sebagai Kanit Laka dicopot?Endro membantahnya. "Bukan," kata dia. Endro menjelaskan, berdasarkan laporan Kapolres Jombang AKBP Dwi Sigit N, Sugeng dimutasi dari Kanit Laka atas permintaannya sendiri. "Yang bersangkutan mengalami sakit terus menerus. Karena itu, dia minta dipindahkan ke staf saja," kata Endro.
(asy/)











































