Presiden Jokowi terbang ke Desa Tepeleo, Halmahera Tengah, Senin (8/5/2017), untuk meresmikan tiga pelabuhan di Maluku Utara. Saat memberi sambutan, Jokowi mengajak seorang warga bernama Basir maju ke panggung.
Basir kemudian ditanyai soal pelabuhan dan manfaatnya bagi masyarakat setempat. Tanya-jawab pun dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Batu Dua, tadi yang mendarat helikopter Bapak," jawab Basir.
"Oh, di situ. Ya sudah, pertanyaannya, ini, apa, pelabuhan ini bermanfaat ndak sih untuk masyarakat? Setahu Pak Basir, untuk apa?" tanya Jokowi kembali.
Basir menyebut berdirinya pelabuhan di desanya sangat bermanfaat untuk bongkar-muat barang serta angkut penumpang. Menurut pengakuannya, hasil bumi, seperti kopra, cengkih, pala, serta sembako, sekarang mudah diakses karena ada pelabuhan. Jokowi lanjut bertanya.
"Berarti ada kapal rutin sangat diperlukan?" ucap Presiden.
"Sangat diperlukan, Pak," balas Basir tegas.
Jokowi lalu menyinggung soal bandara yang belum ada di daerah Halmahera. Dia bertanya kepada Basir, apakah bandara juga diperlukan masyarakat Halmahera.
"Di tahun 2005 sudah direncanakan, digusur. Sudah digusur, ditinggalkan, jadi hutan kembali. Jadi hutan lagi, Pak. Bandara sangat diperlukan. Hampir satu abad kita menempuh laut, nggak sanggup lagi kami. Kami butuh jalan, (transportasi) udara," kata Basir.
Jokowi lantas memerintahkan Menhub Budi Karya dan Gubernur Maluku Utara Ahmad Ghani, yang mendampinginya dalam peresmian ini, segera membangun bandara di Halmahera. Jokowi tak main-main dengan ucapannya.
"Sudah saya perintah, kok, lokasinya tinggal di mana, bisik-bisik sama Pak Menhub dan Pak Gubernur saja nanti," kata dia.
Kembali pada sepeda mahal. Seusai sesi tanya-jawab itulah Jokowi berjanji memberikan Basir sepeda tersebut. Apa yang membuat sepeda itu sangat mahal?
"Ya sudah, makasih, nanti saya beri sepeda, alamatnya dicatat. Saya beri sepeda karena sudah bicara apa adanya. Sepedanya ada tulisan 'hadiah dari Presiden Jokowi'. Itu yang mahal tulisannya, sepedanya murah," kata Jokowi disambut tawa warga di lokasi. (gbr/jor)











































