Anggota Komisi II DPR Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Anggota Komisi II DPR Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 08 Mei 2017 16:29 WIB
Anggota Komisi II DPR Dukung Pemerintah Bubarkan HTI
Ace Hasan Syadzily (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Langkah pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendapat dukungan dari anggota Komisi II DPR Ace Hasan Syadzily. Ace menilai pembubaran itu tidak menyalahi prinsip-prinsip demokrasi.

Ace Hasan mendukung ketegasan Presiden Jokowi menghadapi organisasi kemasyarakatan yang selalu memaksakan kehendak yang mengarah pada sikap anti-Pancasila yang ditunjukkan dengan mengganggu ketertiban umum dan antikebinekaan. Hal itu disampaikan Ace dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Pandeglang, Banten.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembubaran ormas anti-Pancasila tidak menyalahi prinsip-prinsip demokrasi karena demokrasi dibangun di atas tata aturan yang disepakati bersama yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi keadaban. Ace mengatakan demokrasi menuntut adanya kerelaan untuk tidak semua pandangannya diterima.

"Tidak ada pemaksaan kehendak dalam demokrasi. Jika seseorang memaksakan kehendak, berarti dia antidemokrasi," katanya dalam keterangan kepada wartawan, Senin (8/5/2017).

Ace mengaku prihatin atas munculnya ormas yang mendeklarasikan sistem khilafah islamiyah, yang jelas-jelas ingin mengganti negara Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila ini. Politikus Golkar ini menegaskan khilafah islamiyah jelas bertentangan dengan Pancasila.

"Khilafah islamiyah jelas bertentangan dengan Pancasila. Sekali lagi, nilai-nilai Pancasila itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Pancasila merupakan nilai-nilai kebangsaan yang digali para pendiri bangsa yang salah satunya bersumber dari nilai-nilai agama Islam," papar anggota DPR dari Dapil Banten I ini.



Ace menyatakan Pancasila sebagai dasar bangsa Indonesia merupakan bentuk final dari negara. Karena itu, seharusnya kita tidak lagi mempertentangkan Pancasila dan Islam.

"Bahkan harus dirawat, dipelihara, dan diamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata dosen Pascasarjana Universitas Tirtayasa ini. (imk/erd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads