Bicara di UI, Bupati Kudus Pamerkan 14 Sekolah 'Bebas' APBD

Bicara di UI, Bupati Kudus Pamerkan 14 Sekolah 'Bebas' APBD

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Senin, 08 Mei 2017 16:02 WIB
Bicara di UI, Bupati Kudus Pamerkan 14 Sekolah Bebas APBD
Bupati Kudus bicara di UI (Heldania Utri Lubis/detikcom)
Depok - Bupati Kudus Musthofa bicara soal pendidikan di Universitas Indonesia. Musthofa menegaskan inovasi dalam bidang pendidikan sangat penting.

Pernyataan itu dia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Public Leaders Society (PLS) FISIP UI. Kegiatan itu bertajuk 'Seri Inovasi Kebijakan Pendidikan Kreatif Kabupaten Kudus'.

"Kalau tidak berpendidikan, kalau tidak cerdas, akan semakin rawan dengan yang namanya kemiskinan. Kalau miskin artinya sulit sejahtera. Oleh karena itu, di Kudus ini saya berfokus pada inovasi pendidikan," ujar Musthofa pada acara yang berlangsung di auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, Depok, Senin (8/5/2017), itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musthofa mengatakan membuat inovasi di bidang pendidikan bukanlah perkara mudah. Ada berbagai masalah yang dihadapi, salah satunya adalah biaya.

"Kalau saya diskusi dengan legislatif, itu akan sulit sekali karena semuanya berdasarkan kepentingan politik. Oleh karena itu, saya mencoba kerja sama dengan perusahaan swasta, melalui kerja sama dengan perusahaan swasta inilah kini ada 14 sekolah di Kudus yang dibiayai tanpa APBD," ungkapnya.

Bupati Kudus MusthofaBupati Kudus Musthofa (Agung Pambudhy/detikcom)

Bupati yang telah menjabat selama dua periode ini mengatakan 14 sekolah tersebut tersebar di berbagai bidang sekolah. Salah satunya adalah sekolah animasi.

"Selain sekolah animasi, kita juga ada sekolah maritim meskipun Kudus tidak punya laut, ya. Kuliner dan fashion juga ada," sebutnya.

Dengan adanya inovasi itu, Musthofa berharap dapat mengubah mindset masyarakat. Perubahan itu khususnya untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas di bidang wirausaha.

"Mengubah mindset masyarakat itu kunci dari pembangunan di negeri ini. Harapan saya, masyarakat Kudus tidak akan berorientasi untuk jadi PNS saja, tapi bergeser pada wirausaha. Karena tantangan semakin berat," katanya.

"Inilah tugas kami sebagai kepala daerah. Untuk membangun negeri ini, kalau bisa, menjadi panggungnya dunia pendidikan. Sehingga saya mencoba keluar dari frame normatif dan mengajak orang dari luar untuk perkembangan dunia pendidikan," imbuhnya. (hld/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads