Polisi Temui Novel Baswedan di Singapura Gali Motif Teror

Polisi Temui Novel Baswedan di Singapura Gali Motif Teror

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 08 Mei 2017 12:28 WIB
Polisi Temui Novel Baswedan di Singapura Gali Motif Teror
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Cici MY-detikcom)
Jakarta - Polisi masih menyelidiki teror penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan. Polisi berangkat ke Singapura untuk menggali keterangan dari Novel guna menyelidiki motif di balik penyerangan.

"(Penyidik ke Singapura) kan kami perlu keterangan dari korban. Untuk jadi bahan analisa penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/5/2017).

Baca juga: Novel Baswedan Masih Dirawat, Keluarga Harap Pelaku Teror Ditangkap

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Argo, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan administrasi untuk pemeriksaan Novel di Singapura. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak KPK terkait pemeriksaan Novel.

"Tentu kami koordinasi dengan KPK kan sama-sama ke sana, ke Singapura untuk mendapatkan izin. Apakah dokter di sana itu mengizinkan untuk diambil keterangan atau tidak," lanjutnya.

"Tentunya kami berupaya mendapatkan informasi dari korban dan sedang kami dapatkan administrasi," imbuh Argo.

Hingga saat ini polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh polisi untuk melacak pelakunya.

Novel disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Selasa 11 April subuh lalu. Saat itu, Novel baru selesai melaksanakan salat subuh di masjid di komplek perumahannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kabar terbaru dari Singapura, pengobatan medis penyidik senior KPK Novel Baswedan di Singapura sudah memasuki hari ke-27. Dokter masih melakukan tindakan medis terhadap Novel.

Selain pengecekan lensa, dokter melakukan lima tindakan lain terhadap mata Novel. Antara lain uji membaca huruf dan angka di tembok, analisis langsung menggunakan alat periksa mata manual, pemberian obat tetes, pengecekan dengan indikator warna, serta pengecekan tekanan pada mata.

Pemulihan mata kiri Novel diebut Febri masih lebih lambat dibanding mata kanannya.

(mei/fdn)


Berita Terkait