SD di Serang Ini Rusak Diterjang Banjir, Ujian Sekolah Tertunda

SD di Serang Ini Rusak Diterjang Banjir, Ujian Sekolah Tertunda

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 08 Mei 2017 10:36 WIB
SD di Serang Ini Rusak Diterjang Banjir, Ujian Sekolah Tertunda
SD Tamansari, Baros, Kota Serang, rusak diterjang banjir dan lumpur pada Sabtu, 6 Mei 2017. (Bahtiar Rifai/detikcom)
Kota Serang - Sekolah Dasar (SD) Tamansari, Baros, Serang, yang rusak diterjang banjir dan lumpur pada Sabtu (6/5/2017), tidak bisa mengadakan kegiatan belajar-mengajar. Ujian sekolah yang semestinya dilaksanakan hari ini pun tertunda.

Perwakilan guru, Embay Makrudi, yang ditemui wartawan, mengatakan kegiatan belajar-mengajar ditunda karena tidak ada tempat duduk dan meja. Selain merobohkan 2 ruangan kelas, 40 meja dan bangku sekolah juga perlu dibersihkan karena lumpur.

Di samping itu, Embay mengatakan ujian sekolah untuk kelas VI SD akan ditunda sampai bangku dan kursi dibersihkan. Sedangkan untuk siswa lain, proses belajar-mengajar ditunda sampai ada bantuan meja dan kursi dari pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aturannya hari ini ujian sekolah praktik PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan), tapi diundur karena nggak ada ruangan," kata Embay kepada wartawan di Baros, Kabupaten Serang, Senin (8/5).

SD di Serang ini Rusak Diterjang Banjir, Ujian Sekolah TertundaFoto: Bahtiar Rifai/detikcom

Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, menurut Embay, juga menyarankan ruangan yang tidak rusak dibersihkan. Apalagi minggu depan merupakan jadwal ujian nasional SD di seluruh Indonesia.

"Tadinya ujian nasional mau pakai balai desa. Tapi karena tidak cukup, kita pakai ruangan guru sama ruangan di sini yang nggak rusak," ucapnya.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan detikcom, banjir yang merusak SDN Tamansari diakibatkan jebolnya tanggul penampungan air di perkebunan buah naga. Tanggul yang mengelilingi perkebunan itu tidak bisa menahan debit air yang tinggi karena hujan deras.

SD di Serang ini Rusak Diterjang Banjir, Ujian Sekolah TertundaFoto: Bahtiar Rifai/detikcom
(bri/try)


Berita Terkait