DetikNews
Minggu 07 Mei 2017, 15:37 WIB

Ini Harapan dan Makna Ulang Tahun Bagi Anies Baswedan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Ini Harapan dan Makna Ulang Tahun Bagi Anies Baswedan Anies Baswedan/Foto: Fida/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan hari ini genap memasuki umur yang ke-48. Peringatan hari ulang tahun bagi Anies memiliki harapan dan makna tersendiri.

"Hari ini memiliki kesempatan untuk refleksi, sebenarnya harinya sama dengan hari yang lain yang membedakan adalah memperingati betapa besarnya pengorbanan seorang ibu untuk melahirkan anaknya ke dunia," kata Anies di Kuil Sikh Gurduwara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (7/5/2017).

Bagi Anies, peringatan hari ulang tahun bukanlah peringatan hari lahirnya seorang anak ke dunia. Ulang tahun adalah momen untuk memperingati perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya.

"Ibu yang mengandung kita, membesarkan kita, dengan penuh kasih sayang selama hidup. Jadi selama ulang tahun, saya bukan merefleksikan saya, tapi merefleksikan tentang ibu. Beliau mengandung, membesarkan dan beliau melahirkan saya di Kuningan, itu bukan di klinik bukan di rumah sakit, tapi di kamar belakang sebuah rumah," katanya.

Anies mengenang dirinya yang lahir di kamar belakang rumah masa kecilnya di Kuningan, Jawa Barat. Dia dilahirkan dengan bantuan seorang bidan Bernama Eni. "Beliau membantu persalinan, dan kami ketika masih kecil dibawa sama ibu, di Kuningan mampir ke tempat bidan Eni itu," kenangnya.

Ketika ulang tahun, Anies selalu mengingat betapa besarnya perjuangan dan pengorbanan seorang ibu melahirkan anaknya. Saat resmi menjabat nanti, dia ingin agar semua Ibu melahirkan dengan selamat. Mantan Mendikbud itu berharap tidak ada lagi seorang ibu yang meninggal karena melahirkan.

"Jadi kita ingin Jakarta nanti menjadi tempat di mana semua ibu yang melahirkan di sini bisa pulang ke rumah dengan membawa bayi-nya. Nggak boleh lagi kita mendengar ibu di Jakarta, setelah melahirkan dia diantarkan ke kuburan, nggak boleh lagi," harapnya.

"Suaminya harus bisa mengantarkan ibu dan bayinya ke rumah, bukan membawa bayinya ke rumah lalu mengantarkan ibunya ke kuburan, kita tidak ingin lagi. Bayi lahir bukan pulang ke rumah, tapi ke kubur, karena meninggal karena persalinan, kita tidak ingin itu terjadi. Jakarta harus menjadi kota yang ramah, yang bersahabat," tambahnya.

Anies menegaskan, dengan programnya nanti setiap yang melahirkan dan bayi yang lahir harus selamat dan sehat. "Itu refleksi saya di hari saya dilahirkan dan diantarkan hidup ke dunia, dan hari di mana darah di tumpahkan di sebuah ruangan di Kuningan Jawa Barat," pungkasnya.
(nvl/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed