Penangkapan dilakukan jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) NTT dan langsung diserahkan kepada Konsulat dan Kepala Intelijen Timor Leste di Kupang, Jumat (5/5) kemarin.
"AL bersama dua rekannya yakni OR terlibat kasus pembunuhan, serta GA yang terlibat kasus narkoba," Kepala Bidang Pemberantasan BNN NTT Donny Bramanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika itu terjadi keributan di dalam penjara dan ketiga narapidana ini memanfaatkan situasi itu untuk kabur," kata Donny.
Menurut Donny, pihaknya bersama polisi melakukan pencarian terhadap tiga narapidana tersebut, namun baru satu orang yang tertangkap. AL langsung dibawa kembali ke Timor Leste.
"Kami menduga saat ini dua narapidana lainnya masih berada di Indonesia," kata Dia.
Saat ini, BNN dan Polda NTT memperketat pengawasan di pintu perlintasan RI-Timor Leste guna mengantisipasi masuknya narkoba ke Indonesia.
Pada November 2014, polisi berhasil mengungkap jaringan narkoba Nigeria yang memasok narkoba ke Jakarta melewati perbatasan RI-Timor Leste. Kasus ini melibatkan pemasok narkoba asal Nigeria berinisial OK dan 4 kurir perempuan asal Indonesia. (idh/idh)











































