Anies diketahui tiba di rumah Djauhari pada pukul 15.10 WIB, Sabtu (6/5/2017) di Cluster Georgia, Grand Kota Wisata, Cibubur. Pertemuan itu berlangsung selama dua jam dan tertutup untuk media.
"Kita silaturahmi dengan keluarga alumni jemaah Shalahuddin UGM. Jadi ini adalah teman-teman yang aktif di jemaah Shalahuddin, mulai pendirinya sampai pengurus yang sekarang jadi. Ini sharing session," ujar Anies seusai pertemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mas Djauhari cerita tentang pentingnya penataan trotoar di Jakarta, pentingnya program OK OCE untuk jalan terus. Kemudian soal iklim usaha bisa dipastikan berjalan dengan baik, jadi banyak masukan dari teman semua pastinya," paparnya.
Sementara itu, Djauhari menyatakan, dalam pertemuan ini status dirinya adalah alumnus jemaah Shalahuddin UGM. Dalam pertemuan itu, dia ingin mengetahui langkah lanjut Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta ke depan.
"Dan juga kami, sebagai teman, sahabat, dan teman dekat ingin memberikan, ini lo fenomena yang kami hadapi sehari-hari, apa tidak lebih baik ini diproses nanti setelah beliau menjabat sebagai gubernur. Supaya janji kampanye tidak menguap begitu saja," ujarnya.
Djauhari menuturkan, bukan hanya saran dan masukan, tetapi juga ada kritik yang disampaikan kepada Anies dalam pertemuan tertutup itu. Terlebih sebagai sahabat, tentu dirinya ingin memberikan masukan yang terbaik.
"Iya memonitor (pergerakan Anies), karena, bagaimanapun, tanpa kita memberikan monitornya, kita juga mendoakan beliau supaya dalam tugasnya selalu dilindungi dan beri petunjuk oleh Allah SWT. Saya kira dukungan itu mungkin bagi orang biasa dianggap bullshit. Tapi bagi kami ini sangat penting untuk memberikan dukungan moral semacam itu," pungkasnya. (edo/imk)











































