Kepala SDN Tamansari Ali Moh Zen (52) mengatakan barang-barang milik sekolah, seperti buku di perpustakaan, komputer, printer, dan bangku ikut hancur. Lumpur bercampur air juga meruntuhkan pagar besi yang semestinya melindungi lingkungan sekolah.
Banjir dan lumpur merusak dua ruang kelas di SD Tamansari. (Bahtiar Rifai/detikcom) |
"Yang rusak ruangan untuk kelas III dan IV SD," kata Ali kepada wartawan di lokasi, Baros, Serang, Sabtu (6/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ali, banjir itu terjadi karena jebolnya tanggul penampungan air di perkebunan buah naga yang kebetulan lokasinya berada di daerah tinggi dan berdekatan dengan sekolah. Akibat tanggul tidak bisa menahan air, banjir disertai lumpur pun menerjang sekolah dan satu rumah warga.
Pantauan di lokasi, sekolah yang diisi oleh 274 siswa tersebut masih dibersihkan. BPBD Kabupaten Serang dibantu oleh siswa Pramuka membersihkan sekolah karena lumpur.
Banjir juga merusak sebuah rumah. (Bahtiar Rifai/detikcom) |
Selain sekolah, sebuah rumah yang berada persis di samping sekolah rusak. Air menghancurkan garasi, pintu, dan jendela kaca rumah.
"Itu jebol pintunya, bangunan garasi hancur, pagar depan juga hancur. Tapi alhamdulillah nggak roboh," kata Mila (35), pemilik rumah. (bri/aan)












































Banjir dan lumpur merusak dua ruang kelas di SD Tamansari. (Bahtiar Rifai/detikcom)
Banjir juga merusak sebuah rumah. (Bahtiar Rifai/detikcom)