Ketum PBNU Sindir Programnya dan SBY, Jokowi Langsung Menjawab

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 05 Mei 2017 21:25 WIB
Ketum PBNU Said Aqil Siroj dalam Mukernas Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Ponpes Luhur Al-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2017).Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Jakarta - Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) menggelar Mukernas yang pertama. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyindir program ekonomi dari Presiden Joko Widodo dan presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pak Darmin (Menko Perekonomian) sudah mengeluarkan 14 kebijakan ekonomi. Tapi hanya di tataran atas, belum nyambung ke bawah," kata Said Aqil di Ponpes Luhur Al-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2017).

Presiden Jokowi juga hadir dalam acara tersebut. Said Aqil lalu melanjutkan pidatonya.

"Dulu KUR, KUR juga di era Pak SBY, saya kalau pulang ke desa saya tanyain ke tukang pecel, tukang bakso, pernah denger KUR? Nggak pernah tuh, nggak kenal malah. Katanya Rp 9 triliun malah," ucap Said Aqil.

Dia juga menyatakan kesiapan NU mendukung program pemerintah. NU, kata Said, memiliki basis akar rumput yang kuat dan bisa diberdayakan.

"Jangan sampai ekonomi dimonopoli oleh orang itu-itu saja... oleh karena itu, saya dukung gagasan, ide Presiden Jokowi pemerataan, bukan hanya pertumbuhan," ucap Said.

Setelah Said berpidato, giliran Presiden Jokowi naik panggung. Dia memberi sambutan sekaligus membuka acara.

Jokowi menyampaikan dua hal dalam sambutannya. Pertama adalah kemitraan dan kedua adalah redistribusi aset.

"Pekerjaan saya sekarang adalah dalam dua minggu ini saya akan pertemukan Saudara-saudara semuanya yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin yang pertama dengan kementerian-kementerian yang memiliki proyek-proyek yang banyak," ujar Jokowi.

Jokowi juga berjanji akan mempertemukan pengusaha NU dengan para konglomerat, sehingga kemitraan terbentuk.

"Kalau nggak konkret-konkret seperti ini nanti disentil lagi sama Pak Kiai. Paket-paket gitu sudah. Padahal dengan paket itu pun kita mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tapi dengan ini lebih konkret," kata Jokowi.

Soal redistribusi aset, Jokowi menyampaikan soal lahan yang siap dibagikan. Tapi Jokowi menekankan penggunaan lahan itu harus jelas. (bpn/fdn)