Pembahasan Penembakan di Perbatasan RI-Timor Deadlock
Rabu, 27 Apr 2005 06:05 WIB
Kupang - Pertemuan kedua antara TNI dan delegasi Timor Leste, guna membahas insiden baku tembak di perbatasan RI-Timor Leste deadlock. Pihak polisi nasional Tiomor Leste tidak mau menjelaskan pelaku penembakan tersebut.Pertemuan yang difasilitasi UN Military Laisson Officer (UNMLO) ini digelar di wilayah perbatasan Motaain, Kabupaten Belu, (26/4/2005). Sebelumnya, pertemuan pertama digelar di Markas Kompi A Yon-Armed 8 pada 23 April lalu.Dansatgas Pamtas RI, Letkol Yul Avianto, mengungkapkan pihak Timor Leste menolak memberikan klarifikasi dengan alasan mengada-ada. Mereka berargumen Jaksa Agung Timor Leste belum memberikan ijin untuk melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku penembakan yang berjumlah 5 orang itu."Hasil olah TKP menunjukkan bahwa lokasi penembakan di wilayah NKRI. Tetapi mereka tidak mengakuinya dan terkesan menutupi," ujar Avianto saat dihubungi detikcom, Rabu (27/4/2005). Dirinya menilai UNMLO tidak netral dalam pertemuan tersebut. "Kami sangat kecewa terhadap sikap perwira UNMLO yang tidak menunjukkan netralitasnya dan berpihak pada Timor Leste," tukasnya.Dalam pertemuan kedua ini, delegasi Indonesia dipimpin Leison Officer KBRI Timor Leste, Kombes Pol. Minton Gulto, didampingi Dansatgas Paspamtas RI Letkol (Art) Yul Aviandi, Dandim 1605 Belu Letkol Yulius Wijayanto dan Wakapolres Belu Kompol Gerardus Bata. Sedangkan delegasi Timor Leste dipimpin Komandan UNMLO Kolonel Fernando Reis bersama 9 anggotanya, Komandan Polisi PBB di Timor Leste Inspectorat Cebi, Komandan unit patroli perbatasan Antonio da Crus dan Kepala Investigasi Inspektur Markus Nunez.Seperti diberitakan sebelumnya, terjadibaku tembak antara aparat TNI dengan polisi nasional Timor Leste pada 21 April lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan Danpos Satgas Pasukan Pengaman Perbatasan Lettu (Art) Deddy Setyawan terluka tembak.
(ton/)











































