Pasalnya, Golkar mengusung pasangan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang merupakan pesaing Anies-Sandiaga. Ace mempersilakan kadernya mendukung pasangan lain, asalkan nonaktif dari partai.
(Baca juga: Dukung Anies-Sandi, Erwin Aksa: Tak Ada Peringatan dari Golkar)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golkar juga perlu mengklarifikasi manuver JK dan Erwin Aksa di Pilgub DKI Jakarta. Ace mengatakan partainya tidak bisa memberikan hukuman terhadap Erwin Aksa sebelum ada klarifikasi yang bersangkutan soal dukungan kepada Anies.
(Baca juga: JK: Saya Tak Intervensi Pencalonan Anies, Hanya Bicara ke Prabowo)
"Kami harus klarifikasi terdahulu terkait dengan manuver Pak Kalla dan Pak Erwin Aksa dalam hal Pilkada DKI Jakarta kemarin. Klarifikasi yang dimaksud di dalam aturan kita, siapa pun tidak bisa semena-mena memberikan hukuman, tetapi harus diklarifikasi dahulu, apakah betul atau tidak mereka memberikan dukungan terhadap calon yang bukan resmi dari partai? bentuk dukungannya seperti apa?" urainya.
(Baca juga: Ini Kata Agung Laksono soal JK Rekomendasikan Anies ke Prabowo)
Sebagai mantan ketum, JK juga kerap dimintai pendapat terkait Partai Golkar. "Seharusnya sebagai mantan ketua umum, Beliau masih kader Partai Golkar. Beliau masih dijadikan rujukan dan dimintai pendapatnya terkait dengan Partai Golkar," tutur Ace. (dkp/imk)










































