12 Pemuda Terjaring Operasi Premanisme di Jakut, 8 Dikirim ke Dinsos

12 Pemuda Terjaring Operasi Premanisme di Jakut, 8 Dikirim ke Dinsos

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 05 Mei 2017 16:08 WIB
12 Pemuda Terjaring Operasi Premanisme di Jakut, 8 Dikirim ke Dinsos
Foto: Polsek Cilincing jaring 12 pemuda saat operasi premanisme/Dok.Istimewa
Jakarta - Polsek Cilincing menjaring 12 orang dalam Operasi Premanisme. Sebanyak 8 orang diserahkan ke Dinas Sosial DKI Jakarta.

Kapolsek Cilincing Kompol Ali Zusron mengatakan kegiatan ini dilakukan karena banyaknya kejahatan jalanan dan untuk menciptakan kenyamanan bagi warga.

"Operasi premanisme ini bertujuan mencegah dan mengurangi aksi kejahatan jalanan atau street crime. Selain itu untuk buat rasa aman dan nyaman masyarakat Cilincing," kata Ali Zusron kepada detikcom, Jumat (5/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

12 Pemuda Terjaring Operasi Premanisme di Jakut, 8 Dikirim ke DinsosFoto: Polsek Cilincing jaring 12 pemuda saat operasi premanisme/Dok.Istimewa

Kegiatan operasi premanisme itu digelar Kamis (4/5) dengan menyisir beberapa titik di daerah Cilincing. Dari 12 orang yang ditangkap, terungkap beberapa kasus.

Seorang pria bernama Muhammad Nasir (20) ditangkap karena kedapatan menggelapkan uang setoran. Dia ditangkap di Jalan Kalibaru Barat RT 06/04 Kalibaru, Cilincing, Jakut.

"Yang bersangkutan dikirimkan ke Dinsos DKI untuk dilakukan pembinaan karena tidak ada korban yang mau melapor," ujarnya.

12 Pemuda Terjaring Operasi Premanisme di Jakut, 8 Dikirim ke DinsosFoto: Uang dan lem yang diamankan saat operasi premanisme di Cilincing/Dok.Istimewa


Polisi kemudian menyisir 'Pak Ogah' atau tukang parkir liar. Di Jalan Cakung Cilincing Gang Betet, Cilincing, Jakut ditangkap dua orang bernama Rizki Darmawan (22) dan Toha (23).

Darmawan lalu dikirimkan ke Dinsos DKI Jakarta. Sementara Toha dipulangkan karena belum ikut memarkirkan kendaraan.

Polisi juga menangkap Safar (13), Indra Riguna (17), Fajar (17), Sartika (17), Abdul Jabar (14) dan Fajar Maulana (14). Keenam remaja itu terjaring karena menjadi juru parkir liar.

"Remaja ini tidak bersekolah. Mereka ditangkap di Prapatan Jaya dekat Tanah Merdeka. Didapatkan barang bukti berupa uang senilai Rp 32.000 dan lem aibon. Mereka dikirimkan ke Dinsos DKI untuk dilakukan pembinaan," tutur Ali.

Di lokasi yang sama Muhamad Kurniawan (17) dan Hafig Riziq Shihab (14) juga terjaring operasi. Mereka dikembalikan ke orang tua masing-masing karena masih sekolah.

Selain itu, polisi juga menangkap pelaku perusakan dan tawuran bernama Mustahar (15). Remaja tak bersekolah ini ditangkap di Pasar Ikan Asin Kalibaru RT 03/10, Kalibaru, Cilincing, Jakut. Mustahar selanjutnya dikirimkan ke Dinsos DKI untuk dilakukan pembinaan. (jbr/ams)


Berita Terkait