Kepala Pengamanan Objek Balai Kota Kompol Joko Waluyo mengatakan ada sekitar 600 aparat keamanan yang berjaga di Balai Kota. Mereka bersiaga sejak pukul 07.00 WIB hingga aksi selesai.
"Kita siaga 600 aparat keamanan, terdiri atas 100 TNI dan 529 polisi. Kami standby dari jam 7, diperkirakan sampai aksi selesai sekitar jam 16.00 WIB," kata Joko di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamanan di Balai Kota diperketat saat Aksi 55 berlangsung. (Bisma Alief/detikcom) |
Tak hanya itu, akses masuk ke dalam Balai Kota juga dibatasi selama Aksi 55 berlangsung. Warga yang ingin masuk ke Balai Kota harus jelas kepentingannya.
"Untuk sementara, kecuali yang berkepentingan dilarang masuk. Warga yang masuk harus diperiksa ada keperluan apa. Kecuali bagi karyawan Balai Kota dan wartawan," ujar Joko.
Joko mengatakan pihak keamanan akan melakukan cara-cara humanis dan pendekatan kepada peserta Aksi 55. Dia memastikan aparat tidak akan melakukan cara-cara represif kepada peserta aksi.
"Jadi kita sifatnya pendekatan dan pencegahan. Jadi sifatnya kita humanis saja, tidak ada kekerasan. Kecuali kalau nanti skalanya ini dan anarkis, ya kita lain lagi caranya. Karena kita ada tahapan-tahapan cara bertindaknya," tutupnya. (bis/ams)











































Pengamanan di Balai Kota diperketat saat Aksi 55 berlangsung. (Bisma Alief/detikcom)