"Sekarang mau ke sana (Jakarta) meminta pertolongan Allah, di hari Jumat yang berkah," kata Aa Gym setelah mengisi tablig akbar dalam peringatan HUT Kodam III/Siliwangi ke-71 di Makodam, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (5/5/2017), sekitar pukul 07.30 WIB.
Dai kondang ini mengatakan Aksi 55 hanya bertujuan meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. Bukan persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), kebinekaan, serta radikalisme.
"Umat Islam ini tidak ingin apa-apa kecuali hukum ditegakkan seadil-adilnya. Tidak ada tujuan lain," tegas dia.
Menurutnya, aksi bela Islam ini tidak ada unsur memecah belah NKRI, melainkan untuk mengawal bersama kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu.
"Seperti yang dikatakan Panglima, yang melakukan 212 dan 505, mereka adalah patriot NKRI," kata Aa Gym.
Aksi 55 ini digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Aksi akan dimulai dengan salat Jumat berjemaah di Masjid Istiqlal, kemudian dilanjutkan berjalan kaki ke gedung Mahkamah Agung.
Jarak yang ditempuh peserta aksi diperkirakan 1 kilometer dengan jumlah peserta 5.000 hingga 10 ribu orang. (bbn/try)











































