Warga Kampung Melayu Harap Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan

Warga Kampung Melayu Harap Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Jumat, 05 Mei 2017 09:52 WIB
Warga Kampung Melayu Harap Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan
Foto: Banjir di Kp Melayu (Cici-detikcom)
Jakarta - Pemukiman warga di wilayah Kampung Melayu, Jatinegara terendam banjir sejak, Senin (1/5) lalu. Warga berharap normalisasi sungai Ciliwung segera dilanjutkan supaya banjir tidak mampir lagi ke permukimannya.

Pantauan detikcom di Jalan Kebon Pala II, RW 04, RT 13, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (5/5/2017), sekitar pukul 09.00 WIB, pemukiman warga masih terendam banjir dengan ketinggian dari 30 cm sampai 100 cm.

Seorang warga, Sumiati mengatakan banjir kali ini sudah 4 hari berlangsung, namun surut kembali. Ia mengatakan banjir datang pada malam hari dan pada siang hari banjir akan surut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banjir tadi malam jam 03.00 WIB, datangnya 100 cm, sudah 4 hari berturut-turut, ini kan buangan dari bukit duri, disana sudah di normalisasi, disini kan belum," ujar Sumiati ketika ditemui detikcom.

Warga Kampung Melayu Harap Normalisasi Sungai Ciliwung DilanjutkanFoto: Banjir di Kp Melayu (Cici-detikcom)


Sumiati juga mengatakan banjir ini kerap terjadi setelah Pilkada Februari lalu. Hal ini juga akibat dari curah hujan yang membuat pintu air Katulampa siaga 3.

"Pernah kita pas Lebaran ngalamin banjir, ini bakal sampai Lebaran kali, setiap hari dari mulai Pilkada Februari, pokoknya kalau Katulampa siaga 3, ini mah rendah, pokoknya kena, kalau siaga 1 kelelep, sampe atas," imbuhnya.

Sama halnya dengan Tumi, seorang ibu berusia 55 tahun ini mengaku rumahnya sering terendam banjir sejak Pilkada putaran pertama Februari lalu.

"Banjir besar sudah lebih dari 4 kali tahun ini pokoknya hujan besar kali kecil, tidak banjir, tapi kalau Katulampa siaga 3 ya banjir, ini kan rumah saya 15 meteran dari sungai," ujar Tumi ketika ditemui.

"Banjirnya dari abis Isya, gedenya malam, pukul 03.00 WIB," sambungnya.

Sumiati dan Tumi sama-sama berharap agar normalisasi sungai segera dilanjutkan. Menurut mereka wilayah bukit duri yang sungainya sudah dinormalisasi tidak terkena banjir walau Katulampa siaga 3.

"Kalau pengennya, namanya usaha disini, pengennya nggak di gusur, pengennya di normalisasi, kalau di daerah mana saya takut tak bisa usaha, pengennya tidak banjir lagi, ini kan kiriman dari Bogor, kemarin saudara saya bilangin banjir, eh bener banjir, segera di benerin lagi supaya nggak banjir saja," jelas Tumi. (rvk/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads