Puluhan warga yang berasal Kampung Akuarium, Jakarta Utara, mendatangi posko Sandiaga di Jalan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (4/5/2017). Salah satu warga, Topas (31), mengaku sangat khawatir atas kabar penertiban yang akan dilakukan Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kita belum berubah, kita masih seperti dulu. Kita bersedia memperjuangkan bersama Bapak-Ibu. Kita akan bantu berjuang, tapi nggak anarkis," kata Sandiaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalan tengahnya membangun dialog. Itu dibuka dialog dan dalam hari-hari ke depan tim yang akan ditunjuk saya anjurkan untuk berkunjung lagi. Jangan langsung strike karena warga sangat galau. Saya sudah sampaikan hal itu," katanya.
"Alangkah baiknya kalau ada dialog dalam balutan forum. Sebenarnya ada permintaan penertiban diambil waktu lain dan jangan dibenturin di bulan Ramadan," tuturnya.
Sandiaga mengaku sudah berbicara dengan tim transisinya untuk mencari solusi bagi warga Kampung Akuarium. Dia berjanji akan turun ke lapangan saat menjabat nanti untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Saya kan orang lapangan, 6 bulan orang-orang ini akan kami carikan solusi. Ini kita sudah tahu mau diapakan, sosialisasi apa dan bagaimana. Saya sendiri yang akan turun. Intinya adalah rembuk," ucapnya. (fdu/imk)










































