Penjelasan Rp 8 M Terkait e-KTP yang Diduga Diterima Direksi PT LEN

Sidang Korupsi e-KTP

Penjelasan Rp 8 M Terkait e-KTP yang Diduga Diterima Direksi PT LEN

Rina Atriana - detikNews
Kamis, 04 Mei 2017 18:08 WIB
Penjelasan Rp 8 M Terkait e-KTP yang Diduga Diterima Direksi PT LEN
Ilustrasi sidang perkara dugaan korupsi e-KTP (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Jaksa meminta konfirmasi mantan Kepala Divisi Pengembangan Usaha PT LEN Industri Agus Iswanto mengenai uang Rp 8 miliar yang diterima sejumlah direksi yang terkait dengan e-KTP. Menurut Agus, uang tersebut berasal dari perusahaan dan untuk biaya pemasaran.

"Sumbernya dari perusahaan," kata Agus saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Menurut Agus, awal pengajuannya disampaikan kepada Abraham Mose selaku Direktur Pemasaran PT LEN Industri. Agus mendapat Rp 1 miliar dari Rp 8 miliar total keseluruhan. Uang itu disebutkan untuk perayaan ulang tahun perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu dana pemasaran, itu yang diserahkan ke saya, sesuai tupoksi saya waktu itu. Kebetulan waktu itu ultah PT LEN, saya sebagai ketua panitia, saya diberi anggaran untuk pelaksanaan ultah PT LEN," tutur Agus.

Agus mengaku telah mengembalikan uang tersebut kepada KPK. Jaksa kemudian mencecar Agus mengenai pembagian uang Rp 8 miliar yang 'cair' dari Abraham.

"Pembagiannya setelah saya ketahui, ada Pak Dirut Rp 2 miliar, Pak Abraham Rp 1 miliar, Pak Darman Rp 1 miliar, dan Pak Andra Rp 1 miliar," ucap Agus.

Secara keseluruhan, lanjut Agus, PT LEN Industri mendapat proyek senilai Rp 1,1 triliun dari e-KTP.

Dalam surat dakwaan jaksa, 2 terdakwa, yaitu Irman dan Sugiharto, disebut menerima uang dengan besaran yang berbeda. Irman, yang merupakan mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, mengantongi Rp 2.371.250.000 dan USD 877.700 serta SGD 6 ribu, sedangkan Sugiharto mendapatkan USD 3.473.830. (rna/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads