"Kalau nantinya terjadi kemacetan parah atau diam, dalam artian entah itu kecelakaan atau ada penumpukan di rest area, akan kita berlakukan contraflow," ungkap Kepala Induk Polisi Jalan Raya Jakarta-Cikampek Kompol Deni Setiawan di kantor pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Kamis (4/5/2017).
Dia menyebut ada dua titik yang berpotensi diberlakukan sistem contraflow, yaitu di Km 6 dan Km 33 ruas Tol Jakarta-Cikampek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, polisi juga akan melakukan sistem buka-tutup, baik itu di Cikunir 5 ataupun di sejumlah rest area. Dia menambahkan akan ada personel yang jemput bola terkait pembayaran tiket di gardu-gardu tol.
Selain itu, Deni menginformasikan ada kemungkinan terjadi penyempitan jalan (bottleneck) di Km 17 dan di Km 27. Karena di Km 27, yang semula 4 lajur, menjadi 3 lajur.
"Nanti kita akan tempatkan personel untuk bisa melakukan penarikan-penarikan dari awal. Dan menginformasikan kepada pengguna jalan kalau ada penyempitan," tuturnya.
Sementara itu, General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek Kristianto mengatakan pihaknya sedang menambah gardu tol di Cikarang Utama. Dia menyebut juga akan mempercepat proyek pelebaran jalan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Supaya bahu jalan kita bisa berfungsi lagi dengan normal dan ada penambahan kapasitas dari jalur. Karena di H-20 seluruh kegiatan proyek kita hentikan," ucap Kristianto. (ibh/rvk)











































