Menlu Retno Bakal Temui Wapres dan Penasihat Donald Trump di AS

Menlu Retno Bakal Temui Wapres dan Penasihat Donald Trump di AS

Niken Purnamasari - detikNews
Kamis, 04 Mei 2017 15:45 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Dalam kunjungannya, Retno akan melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dan Penasihat Presiden Donald Trump bidang terorisme, Thomas P Bossert untuk membahas sejumlah isu.

Kunjungan Menlu Retno ke AS akan berlangsung pada 4-5 Mei 2017 di Washington DC. Selain dengan Mike Pence dan Thomas P Bossert, Retno juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Amerika Serikat, Rex Tillerson dan Ketua DPR AS, Paul Ryan.

"Indonesia siap perkuat kemitraan strategis dengan Amerika Serikat melalui kerja sama yang saling menguntungkan bagi rakyat kedua negara," ujar Retno dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (4/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isu utama yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain kerja sama ekonomi yang menguntungkan, upaya bersama dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme melalui pendekatan soft power, kerja sama menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan serta upaya penyelesaian konflik Palestina dan Israel.

"Sebagai sesama negara demokratis dan majemuk, kerja sama Indonesia-Amerika Serikat bukan saja memberikan manfaat kepada kedua negara, namun juga dapat memberikan kontribusi untuk mempertahankan stabilitas, keamanan dan peningkatan kesejahteraan di Kawasan dan dunia", tegas Retno.

Retno mengatakan, Indonesia dan Amerika Serikat sebagai negara demokrasi adalah mitra strategis untuk bekerja sama mendorong nilai toleransi. Kedua negara juga berkomitmen untuk melawan ideologi radikal yang bertentangan dengan nilai kebhinekaan.

Tak hanya itu, Indonesia dan AS berpeluang untuk meningkatkan potensi kerja sama ekonomi yang dapat memberi keuntungan bagi 2 negara.

"Setidaknya itu adalah 3 isu strategis utama dimana bukan saja Amerika Serikat penting bagi Indonesia, namun Indonesia juga penting bagi Amerika Serikat," kata Retno.

"Indonesia secara jelas dan terbuka akan sampaikan agar semua pihak harus menahan diri dari tindakan provokasi yang berpotensi menganggu stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan," tutupnya. (nkn/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini