"Nilai-nilai Hak Asasi Manusia telah menjadi bagian dari DNA bangsa Indonesia sebagai negara demokratis dan sekaligus sebagai bangsa yang pluralis dan majemuk," ujar Retno dalam pidatonya pada siklus ke-3 Universal Periodic Review (UPR) di Jenewa, Swiss, sebagaimana dalam rilis pers dari Kemlu, Kamis (4/5/2017).
Retno juga menyampaikan bagaimana peran Indonesia dalam memperjuangkan nilai HAM di tingkat internasional. Salah satunya dalam KTT ASEAN di Filipina yang kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mengutamakan perlindungan HAM di semua pilar kerja sama ASEAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keikutsertaan Indonesia dalam mekanisme UPR tidak hanya untuk memaparkan sejumlah langkah yang telah ditempuh. Partisipasi tersebut juga menandakan kuatnya dukungan Indonesia terhadap kerja Dewan HAM PBB.
"Setelah melakukan dialog selama 3,5 jam dengan delegasi dari 103 negara, tertangkap pesan kuat bahwa para delegasi mengapresiasi berbagai kemajuan serta upaya dan komitmen Indonesia dalam mengatasi tantangan di bidang pemajuan dan perlindungan HAM, baik di tingkat nasional dan daerah serta kepeloporan Indonesia di tingkat kawasan dan global," kata Retno.
Sementara itu, delegasi Dewan HAM menyambut baik laporan dari Indonesia terkait kemajuan di bidang HAM.
"Kami menyambut baik laporan HAM Indonesia, serta mengapreasi berbagai kemajuan yang dicapai Indonesia di bidang HAM, khususnya ratifikasi atas berbagai konvensi internasional terkait HAM. Kami mendorong Indonesia untuk terus meningkatkan capaiannya di bidang pemajuan dan perlindungan HAM," ujar beberapa delegasi UPR. (nkn/fjp)











































