Anies: APBDP Cuma 2 Bulan, Kami Fokus Program Kerja 5 Tahun

ADVERTISEMENT

Anies: APBDP Cuma 2 Bulan, Kami Fokus Program Kerja 5 Tahun

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 04 Mei 2017 15:04 WIB
Anies saat di Pasar Pramuka (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mempermasalahkan apabila programnya belum bisa diakomodasi dalam APBD Perubahan DKI Jakarta 2017. Dia berfokus pada program kerja selama 5 tahun, bukan hanya 2 bulan pada 2017 setelah dia mulai menjabat pada Oktober 2017.

"Begini, kalau APBDP (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan) kan cuma 2 bulan ya. Nanti kita diskusikan lebih jauh. Tapi, kalau bicara fokus nggak hanya satu bulan, dua bulan, tiga bulan saja, tapi selama lima tahun," kata Anies di Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Kamis (4/5/2017).


Fokus dari program kerja tersebut adalah pendidikan yang berkualitas hingga tuntas, tersedianya lapangan pekerjaan, hingga biaya hidup yang murah. "Itu fokus utama, pendidikan bukan hanya sekolah, tapi juga pendidikan di rumah, pendidikan di lingkungan," ujarnya.

Anies juga akan meninjau kembali program Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jika ada yang akan dilanjutkan. Program Ahok mungkin saja ada yang diteruskan dan dikembangkan.

"Kalau estafet itu tentu ada yang diteruskan, ada yang dikembangkan, secara umum begitu," imbuhnya.



Tim APBD Perubahan tahun 2018 dari Anies-Sandi sendiri hingga saat ini sudah mulai bekerja. Namun tim tersebut tidak dibuka terlebih dahulu karena menunggu keputusan resmi kemenangannya dari KPUD.

"Kita nggak ingin mendahului keputusan KPU. Karena secara legal kita belum dideklarasikan sebagai pemenang. Hanya kita tahu informasi data-data, tapi belum ada keputusan resmi. Sebelum ada keputusan resmi, kurang patut ya kemudian kalau ada tim dan lain-lain," jelasnya.

Anies juga yakin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI nantinya akan menyetujui program kerjanya. Program kerja Anies-Sandi adalah untuk kepentingan warga Jakarta.

"Kami yakin DPRD seluruhnya akan mementingkan kepentingan warga Jakarta. Dan kalau program-program itu bisa ditunjukkan bahwa ini adalah untuk kepentingan warga Jakarta, tentu semua mendukung. Karena ini lagi-lagi kembali pada untuk warga Jakarta, saya optimistis itu," pungkasnya. (nvl/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT