Isu
Pesan itu tersebar di beberapa waktu terakhir. Menyebar di grup WhatsApp satu ke yang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata-kata dalam rangkaian bunga tersebut antara lain 'NKRI Harga Mati, Amalkan Pancasila sampai Bhinneka Tunggal Ika'. Si pembuat pesan juga mengaitkan isi tulisan dalam karangan bunga dengan Gubernur DKI Basuki T Purnama.
Investigasi
Direktur Kemananan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Chryshnanda Dwilaksana yang namanya disebut dalam broadcast itu, membantah membuat broadcast itu. Dia memastikan pesan itu hoax.
"Hoax itu," kata Brigjen Chryshnanda Dwilaksana saat dikonfirmasi, Kamis (4/5/2017).
Di kesempatan berbeda, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto menilai broadcast whatsapp pengiriman karangan bunga ke Mabes Polri dan seluruh Polda tidak benar. Menurutnya, masyarakat mengirim karangan bunga tanpa paksaan oleh siapapun.
"Saya mendengar itu tapi bisa saja orang mengatakan apa, tapi faktanya menyuruh orang tidak mau bisa juga orang tidak mengirim. Tapi faktanya masyarakat masih mempunyai nasionalisme, masih menginginkan NKRI. Suatu bentuk menyuarakan dengan mengirim bunga," kata dia.
Dia menambahkan, saat ini jumlah karangan bunga sekitar 1.101 papan bunga. Kemungkinan karangan bunga terus bertambah.
"Saya mengingatkan ke masyarakat yang kirim kami harapkan kirimkanlah menggunakan monbil pick up jangan pakai motor karena menggangu pengguna jalan yang lain," tutup Irjen Setyo.
Kesimpulan
Foto: Tim infografis detikcom |












































Foto: Tim infografis detikcom