"Pak JK ini kak tokoh yang dihormati oleh tokoh-tokoh Islam. Dihormati oleh umat Islam. Oleh karena itu jadi tempat bertanya. Apalagi Pilkada DKI yang menjadi perhatian publik luas," kata Zulkifli usai menghadiri acara di Kantor Komisi Yudisial RI, Jalan Kramat Raya No.57, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).
Zulkifli memandang Pilgub DKI mendapat sorotan dari masyarakat luas. Mulai dari ulama, hingga tokoh-tokoh besar. Sehingga itulah yang menjadi alasan JK mejadi tempat bertanya dalam kontestasi Pilgub DKI karena memiliki pengaruh yang besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Zulkifli bercerita soal majunya dua pasangan Pilgub DKI Jakarta, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sebelum menentukan secara final siapa pasangan-pasangan yang akan maju ke kontestasi Pilgub DKI. Ketika ia dan tim tengah memutuskan agar Sandiaga Uno dan Mardani maju sebagi pasangan Cagub dan Cawagub, Zulkifli mengaku mendengar ada intervensi dari JK untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Cagub mendampingi Sandiaga Uno.
"Nah saya tau kalau Pak Prabowo, Pak SBY ketemu mesti ada jaminan 5 tahun selesai. Kira-kira itu pak isinya. Sehingga tak jadi ketemu. Sudah putus AHY. Di sini ya udah Sandi sama Mardani. Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh nggak ngaku, saya dengar kok telponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubahlah," kata Zulkifli.
(irm/imk)











































