Bertemu Pangeran Arab, Jokowi Bahas soal Musabaqah Hafalan Al-Quran

Bertemu Pangeran Arab, Jokowi Bahas soal Musabaqah Hafalan Al-Quran

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 04 Mei 2017 12:32 WIB
Bertemu Pangeran Arab, Jokowi Bahas soal Musabaqah Hafalan Al-Quran
Presiden Jokowi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Pangeran Arab Saudi Khalid bin Abdulaziz di Istana Kepresidenan, Jakarta. Jokowi dan Pangeran Arab akan membahas soal musabaqah hafalan Al-Quran dan hadis.

Pertemuan Jokowi dengan Pangeran Khalid berlangsung di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Khalid bin Abdulaziz datang menemui Presiden Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Pangeran Sultan Kerajaan Arab Saudi.

Setelah pertemuan, Jokowi kemudian mengajak Pangeran Khalid ke Istana Negara untuk acara silaturahmi dengan peserta Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadis Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-8 di Indonesia tahun 2017.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaksanaan musabaqah, yang digelar di Indonesia setiap tahun ini dan tahun ini adalah kali yang kedelapan, tentu merupakan kepercayaan, kehormatan, dan lambang persahabatan yang tidak ternilai bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Kegiatan keagamaan ini memberi makna yang besar bagi Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik sebagai jantung perdamaian dunia. Saya menyebutnya jantung perdamaian dunia karena kawasan ini relatif stabil dan diharapkan dapat terus menjaga ketahanan geopolitiknya," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam laporannya kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Selain itu, Lukman sempat menyinggung soal kehadiran Pangeran Khalid. Menurutnya, kehadiran pangeran Arab itu membuat kegiatan kali ini menjadi lebih istimewa.

"Pada silaturahmi ini kita mendapat keistimewaan dengan kehadiran Pangeran Khalid bin Sultan bin Abdulaziz al-Saud sebagai tamu kehormatan pemerintah Indonesia. Kami mengucapkan selamat datang di negara Indonesia kepada Yang mulia, semoga memperoleh kesan yang baik dan menyenangkan tentang bangsa negara dan rakyat Indonesia," katanya.

Lukman juga menjelaskan, secara umum tujuan pelaksanaan musabaqah adalah memotivasi masyarakat di kawasan Asia-Pasifik untuk lebih semangat dan mencintai serta menghafal Al-Quran dan hadis. Selain itu, Lukman menyebut kegiatan itu bisa meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Quran dan hadis dalam praktek kehidupan sehari-hari.

"Dan memelihara dan melindungi kemurnian akidah masyarakat Islam dari paham keagamaan yang menyimpang dan ekstrem sekaligus sebagai sarana mempererat persatuan dan kesatuan umat dan bangsa serta mengokohkan jalinan persahabatan antarnegara, terutama di kawasan Asia-Pasifik," katanya.

Lukman juga melaporkan, jumlah peserta musabaqah hafalan Al-Quran dan hadis tingkat Asia-Pasifik tahun 2017 tahun ini sebanyak 96 orang, terdiri atas 83 orang peserta hafalan Al-Quran dan 13 orang peserta hafalan hadis serta 16 orang ofisial yang datang dari 17 negara. Musabaqah dilangsungkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, selama 2 hari, yakni pada 2-3 Mei ini.

"Selain musabaqah tingkat Asia-Pasifik ini, setiap tahun juga dilaksanakan musabaqah hafalan Al-Quran dan Hadis Pangeran Sultan bin Abdulaziz al-Saud rohimakumullah tingkat nasional, yang pada tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-9. Bapak presiden dan tamu undangan yang kami hormati, satu hal yang membanggakan kita semua bahwa minat peserta yang mengikuti musabaqah selalu meningkat dari tahun ke tahun dan tahun ini untuk yang pertama kali ada peserta perempuan," katanya. (jor/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads