DetikNews
Kamis 04 Mei 2017, 12:20 WIB

Djarot: Saham Bir Pemprov DKI Tak Dijual Karena Menguntungkan

Nathania Riris Michico - detikNews
Djarot: Saham Bir Pemprov DKI Tak Dijual Karena Menguntungkan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat (Nathania/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat tidak mempermasalahkan jika saham Pemprov DKI di perusahaan pemilik lisensi bir PT Delta Djakarta Tbk dijual setelah masa jabatannya berakhir. Menurut Djarot, Pemprov tidak menjual saham di PT Delta karena selama ini pendapatan yang diraup oleh DKI pun cukup besar.

"Kalau menurut hemat kami, ya terserah nanti. Kalau kami ya tidak (menjual) karena cukup menguntungkan dan kita anggap cukup bagus, gitu ya, terlepas dari itu memproduksi bir," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Meski saham dijual, bir akan tetap diproduksi sehingga, menurutnya, tidak akan berpengaruh pada perusahaan. Djarot menilai yang perlu diperhatikan justru banyaknya minuman oplosan yang beredar di masyarakat.

"Sebetulnya yang harus kita awasi itu adalah minuman keras. Itu haram ya. Yang kita awasi minuman keras yang tidak ada izin, itu yang sering menimbulkan orang mati, oplosan," ujarnya.

"Itu yang bikin banyak orang mati. Yang liar-liar itu yang betul-betul yang membahayakan, bukan hanya haram, tetapi membahayakan. Itu yang harus dioperasi terus-menerus," tambahnya.

Kembali ke masalah saham bir, lanjut Djarot, dibandingkan perusahaan BUMD lain yang telah lebih dulu dijual, seperti Ratax, PT Delta termasuk salah satu perusahaan yang cukup baik.

"Dibandingkan dengan BUMD yang lain, PT Delta termasuk yang paling baik. Delta termasuk perusahaan yang baik dan pendapatan BUMD itu cukup signifikan," lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa PT Delta merupakan perusahaan yang sehat, artinya memberikan kontribusi kepada daerah. Pemprov DKI pun mengantongi dana Rp 37,8 miliar dari pembagian dividen PT Delta.

"Sebetulnya PT Delta termasuk salah satu perusahaan yang cukup sehat dan setiap tahun selalu memberikan kontribusi bagi PAD (pendapatan asli daerah), meskipun tidak begitu besar, ya. Kalau nggak salah hampir Rp 40 miliar setahun. Jadi semuanya masuk ke APBD," jelasnya.

[Gambas:Video 20detik]


(nth/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed