Hamas Larang AS Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel
Selasa, 26 Apr 2005 15:23 WIB
Jakarta -
Gerakan anti-okupasi Palestina, Hamas mengingatkan pemerintah Amerika Serikat untuk tidak berupaya mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Peringatan itu disampaikan juru bicara Hamas, Mushir Al-Masri.Ditegaskannya, setiap resolusi yang mungkin dikeluarkan Washington untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel akan merusak semua upaya untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah.Belakangan ini, Kongres AS tengah membahas usulan resolusi yang mendesak pemerintah AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ini sebagai prasyarat sebelum adanya pengakuan atas negara Palestina. Demikian seperti diberitakan Aljazeera.com, Selasa (26/4/2005).Diingatkan Masri, jika pemerintah AS memberikan pengakuan tersebut, maka gencatan senjata akan dihentikan. Sebelumnya Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina lainnya telah setuju untuk mematuhi gencatan senjata tersebut hingga akhir tahun ini.Ditandaskan Masri, Yerusalem adalah kota milik Palestina dan akan menjadi ibukota negara Palestina mendatang. "Kami tidak akan menerima kurang dari itu sampai kapanpun juga," cetusnya.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































