"Sementara waktu yang kita minta keterangan ya itu anak-anak yang ada di situ saja yang berjumlah 6 orang itu," ungkap Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo kepada detikcom, Kamis (5/4/2017).
Andry menyebut 6 orang itu melihat saat kejadian penyiraman air keras tersebut. Andry menduga pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang itu bukan dari kelompok anak Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, perlu adanya sinergitas antar Polres untuk saling menukar informasi terkait kelompok-kelompok geng remaja seperti itu.
"Ya nanti kita pasti akan cari," ucapnya.
Ni Ayu Permata disiram air keras oleh orang tak dikenal saat melintas dengan sepeda motor pada Minggu, 30 April 2017, dini hari. Saat itu Nia bersama tujuh temannya sedang melintas di sekitar Perumnas Klender. Kemudian ada segerombolan laki-laki tak dikenal tiba-tiba menyiramkan air keras ke arah Nia. Selain Nia, Syaiful (21) yang saat itu bersama Nia juga menjadi korban akibat peristiwa tersebut. (ibh/rvk)










































