Mantan Pengurus BEM Desak Dosen-dosen di KPU Dipecat
Selasa, 26 Apr 2005 14:30 WIB
Jakarta - Prihatin dengan ulah para dosen dan guru besar yang menjadi anggota KPU, puluhan mantan pengurus BEM se-Indonesia mendesak pemecatan para pendidik tersebut.Mantan pengurus BEM se-Indonesia yang tergabung dalam Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (PPPI) ini langsung menunjuk Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin dan anggota KPU Mulyana W Kusumah, Cusnul Mar'iyah dan Valina Singka Subekti. Keempatnya adalah dosen di Universitas Indonesia. Bahkan, Nazaruddin adalah salah satu guru besar di universitas kebanggaan tersebut."Mereka telah merusak dedikasi sebagai pendidik dan guru besar yang seharusnya berpihak pada kebenaran, keadilan, dan rasionalitas," ujar Daus jubir PPPI di Kampus UI, Jl. Salemba Raya, Jakarta, Selasa, (26/4/2005).Selain mendesak dipecatnya anggota KPU dari dunia pendidikan, mereka juga menuntut KPK menetapkan seluruh anggota KPU sebagai tersangka. Terutama terkait dengan kasus penyuapan auditor BPK Khairiansyah Salman dan korupsi logistik saat pemilu legislatif lalu. Dari audit investigatif BPK yang diserahkan ke DPR terungkap penyimpangan keuangan sebesar Rp 90,26 miliar.Mereka juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat melakukan aksi demo Rabu, besok. Demo ini bertepatan dengan pertemuan lembaga auditor sedunia yang berlangsung di Bank Indonesia (BI).Selain menyerukan perlawanan terhadap KPU, di tempat yang sama mereka juga memberikan penghargaan Reform Award kepada Khairiansyah atas komitmennya dalam memberantas korupsi. Namun, sayang Khairiansyah tidak hadir di sana.
(umi/)











































