Penyelundupan pertama pada 13 Maret lalu. Petugas mencurigai paket charger yang dikirim lewat jasa pengiriman barang.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapat 12 kemasan sabu yang dibungkus lakban hitam dengan berat total 635 gram," kata Kepala Kantor Bea-Cukai Soekarno-Hatta Erwin Situmorang dalam keterangan pers, Rabu (3/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berselang dua pekan kemudian, petugas kembali menggagalkan penyelundupan sabu dengan modus yang sama. Kali ini jumlah sabu yang diselundupkan jauh lebih besar.
"Tim mencurigai dua paket kiriman berisi charger dengan berat 47,5 kilogram. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan bongkahan yang dilapisi lakban berwarna hitam berisi sabu sebanyak 20 kemasan dengan berat 4,6 kilogram," ungkapnya.
Dalam kasus ini, petugas menangkap dua orang sebagai tersangka. Mereka yang ditangkap berinisial YE dan R.
"YE diketahui sebagai pemilik barang, diamankan saat menerima paket di rumahnya di Jakarta Selatan. YE mengaku dikendalikan oleh suaminya, warga negara Nigeria yang tinggal di Lagos. Tim juga berhasil meringkus R dan tujuh tersangka lain yang membeli 1 kilogram sabu dari YE.
Maret- April Bea Cukai Soekarno-Hatta sita 10 kg sabu
Dengan adanya pengungkapan kasus sabu di dalam charger tersebut, Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan sudah 4 upaya penyelundupan sabu dalam waktu Maret- April 2017. Berat sabu yang disita mencapai 10,7 kilogram.
Paket sabu dalam charger pertama diselundupkan pada 13 Maret dengan barang bukti 600-an gram. Selang 2 pekan modus serupa kembali digagalkan. Total paket sabu dalam charger ini 4,6 kg.
Selanjutnya pada 10 April, seorang WNI berinisial N terbang dari Hong Kong. Dia menyembunyikan sabu seberat 292 gram yang dikemas dalam kapsul, disembunyikan dengan cara ditelan dan dimasukkan ke dalam celana.
Penggagalan terakhir dilakukan pada 14 April lalu. Seberat 5.160 gram sabu juga diamankan. Penyelundupan sabu ini dilakukan seorang WNI berinisial LM yang terbang dari Malaysia.
"4 upaya penyelundupan sabu dengan berat total 10.721 gram. Dua di antaranya dilakukan melalui paket kiriman charger dalam waktu berbeda," ujar Erwin.
(rvk/rvk)











































