Muhadjir menegaskan seorang guru yang profesional tidak akan menyisipkan ajaran intoleran di dalam kelas.
"Sikap-sikap yang dimiliki siswa, termasuk intoleransi, bullying, itu bukan pengaruh dari guru. Tapi dari peer group (teman sebaya), dari luar," kata Muhadjir saat ditemui di JCC, kompleks GBK, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta kepala-kepala dinas agar ketat mengawasi kegiatan yang ditawarkan pihak luar ke sekolah," tambahnya.
Dia menjelaskan, Kemendikbud sudah ada upaya-upaya melalui kegiatan di sekolah mengenai tenggang rasa dan rasa solidaritas. Sesuai dengan program Presiden Joko Widodo, sekolah akan mengedepankan pendidikan karakter.
"Mudah-mudahan jika nanti semua sudah dilakukan pendidikan karakter, itu nanti bisa tercakup masalah sikap-sikap intoleran," pungkasnya. (brt/rvk)











































