Menko Puan Gandeng PBNU di Gerakan Nasional Revolusi Mental

Ahmad Mustaqim - detikNews
Rabu, 03 Mei 2017 13:01 WIB
Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menandatangani nota kerja sama dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj terkait program Gerakan Nasional Revolusi Mental. Puan mengatakan kerja sama ini untuk mewujudkan kemaslahatan bangsa.

"Pertemuan ini bukan hanya dari keinginan dan visi yang sama, tapi ini memang niat baik antara PBNU dan pemerintah. Banyak hal yang dilakukan untuk memajukan kemaslahatan bangsa. Ini senada dengan mewujudkan pembangunan," kata Puan di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).

Puan mengatakan sudah merencanakan ini saat pertemuannya dengan KH Said Aqil di Manado beberapa bulan lalu. Puan berencana agar nantinya semua pihak bisa terlibat dalam program revolusi mental, termasuk NU.

"Saya minta dibantu NU untuk bisa ikut program revolusi mental. Ke depannya, bukan hanya warga NU saja, tapi rakyat Indonesia," kata Puan.

Menko Puan Gandeng PBNU di Gerakan Nasional Revolusi MentalFoto: Ahmad Mustaqim/detikcom

Sementara itu, Ketum PBNU KH Said Aqil sepakat dengan program Gerakan Nasional Revolusi Mental. Sebab, membangun kepribadian manusia merupakan hal yang utama.

"Bagaimana kita membangun manusia itu sendiri, itu yang paling penting. Muslim di Timur Tengah sudah hancur martabatnya, karakternya, budayanya, dengan memasuki era globalisasi. Mereka tidak bertahan menghadapi itu semua," katanya.

Said berharap gerakan ini bisa menjadi jati diri umat Islam di Indonesia untuk tetap cinta pada negaranya. Menurutnya, Islam pada dasarnya saling menghormati.

"Alhamdulillah kita masih bisa dibanggakan, bersyukur muslim Indonesia, terutama warga NU, masih menjaga karakter dan kepribadian, jati diri. Karena itu, kita jaga Islam Nusantara. Islam yang menghormati budaya akan menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama," tutupnya. (idh/fdn)