"Kami akan menyelidikinya, tapi masih menunggu laporan dari keluarga korban," kata Kapolresta Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan kepada detikcom di sela menghadiri video conference dengan Kapolri di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (3/5/2017).
Hoiruddin menerangkan, pada Sabtu kemarin, ada keluarga korban mendatangi Polresta Malang. Kedatangan mereka saat itu bukan hendak melaporkan. "Sabtu datang, tapi hanya konsultasi dulu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Janjinya Selasa akan datang untuk melaporkan. Tapi sampai sekarang belum datang," tuturnya.
Ia menambahkan, jika ada laporan dari keluarga korban, pihaknya akan mengusutnya.
"Kalau ada laporan, itu lebih baik," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penyetruman terhadap 4 siswa di SDN Lowokwaru III Kota Malang, juga membuat Wali Kota Malang M Anton ikut bicara. Katanya, yang dilakukan kepala sekolah kepada siswanya itu, untuk terapi kesehatan pola pikir.
"Bukan disetrum, terapi kesehatan pola pikir. Sudah ada penanganan khusus, dengan memanggil yang bersangkutan serta wali siswa melalui Diknas," ujar Anton ditemui wartawan di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Selasa (2/5/2017). (roi/rvk)











































