Ratusan karangan bunga itu menghiasi halaman dan trotoar di depan Gedung Mabes Polri tepatnya sepanjang Jalan Trunojoyo hingga Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/5/2017).
Karangan bunga juga membanjiri Mabes Polri. Foto: Faiq Hidayat/detikcom |
Beragam ucapan yang disampaikan oleh pengirim antara lain bertuliskan 'Kami dukung Polri dan TNI melawan radikalisme dan intoleransi', 'Kami cinta damai pertahankan NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika'. Karangan bunga ini dikirim dari sejumlah pihak.
Karangan bunga yang mencapai ratusan ini dikirim sejak 2 hari lalu dan terus berdatangan. Foto: Faiq Hidayat/detikcom |
Karangan bunga tersebut diketahui sudah dua hari lalu mulai berdatangan ke Mabes Polri. Jumlahnya kian bertambah hingga hari ini.
Fenomena karangan bunga ini berawal dari para pendukung Ahok-Djarot yang mengucapkan terima kasih dan dukungan mereka. Jumlah karangan bunga untuk Ahok-Djarot sangat fantastis hingga mencapai 5.000 buah. Biaya yang dikeluarkan pendukung Ahok-Djarot pun diprediksi mencapai miliaran rupiah.
Karangan bunga ini sebagai wujud dukungan kepada TNI dan Polri dalam memberantas radikalisme dan premanisme. Foto: Faiq Hidayat/detikcom |
Demam karangan bunga mirip 'wisata bunga Ahok' juga terjadi di Mapolda Sumsel. Hamparan karangan bunga menghiasi pekarangan hingga jalanan di Mapolda Sumsel, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, pada Selasa 2 Mei 2017.
(aan/fdn)












































Karangan bunga juga membanjiri Mabes Polri. Foto: Faiq Hidayat/detikcom
Karangan bunga yang mencapai ratusan ini dikirim sejak 2 hari lalu dan terus berdatangan. Foto: Faiq Hidayat/detikcom
Karangan bunga ini sebagai wujud dukungan kepada TNI dan Polri dalam memberantas radikalisme dan premanisme. Foto: Faiq Hidayat/detikcom